Minggu, 07 Februari 2021

Anak Adalah Anugerah Terindah

Bismillah

Aku tak tahu berpikir tentang apa. Yang pasti, saat tangan ini mengetik judul, judul itu sudah terlintas jauh-jauh hari dipikiranku. Dengan kesadaranku yang belum mampu menjadi seorang ibu yang baik, aku hanya ingin bercerita disini, bukan untuk menasehati apalagi menggurui karena bukan kapasitasku yang notabene sekolah pun hanya sampai sebatas SMU (angkatan pertama saat SMA berubah jadi SMU).

Setiap perempuan yang diciptakan sempurna dengan segala kurang dan lebihnya, rasanya akan merasa lebih sempurna ketika Allah beri kepercayaan untuk dititipi amanah seorang anak. Tapi bukan berarti ketika belum dikarunia anak, ia jauh dari sempurna.

Ya, anak adalah amanah sekaligus anugerah yang tak terkira. Anak adalah bagian dari ujian orang tua. Anak bisa jadi pintu syurga atau nerakanya orang tua. Anak adalah perhiasan, penyenang dan penyejuk jiwa. 

الْمَالُ وَالْبَنُونَ زِينَةُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَالْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ   

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan,” (QS. Al-Kahfi [18]: 46).

"Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)" (QS. Ali ‘Imran [3]: 14).


إِنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلَادُكُمْ فِتْنَةٌ وَاللَّهُ عِنْدَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ   "Sesungguhnya hartamu dan anak-anakmu hanyalah cobaan (bagimu), dan di sisi Allah-lah pahala yang besar." (QS. At-Taghabun [64]: 15).
 
"Karib kerabat dan anak-anakmu sekali-sekali tidak bermanfaat bagimu pada hari Kiamat. Dia akan memisahkan antara kamu. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan," (QS. Al-Mumtahanah [60]: 3).



Anak adalah kekuatan orang tua untuk terus berjuang dengan semampu kekuatannya agar anak-anaknya terpenuhi segala kebutuhannya. Orang tua pasti ingin melihat anak-anaknya kecukupan dalam segala hal apapun kebutuhannya, makan minum, pendidikan, kesehatan dan hiburannya. Siapapun orang tua pastinya akan mengusahakan itu demi anak-anaknya. Memberinya bahagia, kesenangan dan ketenangan dengan penuh cinta dan kasih sayang. Apapun akan dilakukannya.
Sampai sini...aku agak tercekat. Rasanya aku belum begitu bisa membahagiakan anak, memenuhi segala kebutuhannya. Maafkan nak🥺

Alhamdulillah...aku dikarunia seorang putri dan menginjak dewasa. Rasanya tak terkira saat 17 tahun lalu Allah anugerahkan ia dengan keadaan sehat sempurna, lucu, menyenangkan, anteng dan menenangkan orang-orang yang berkesempatan mengasuh dan mengurusnya. Sampai pada fase dimana Allah menghadiahi aku ujian untuk menjadi single mom di usia anak 4 tahun...subhallah. Saat itu, tak terpikir apapun dibenak selain harus bisa bertahan dan berjuang memenuhi kebutuhan anak. Bekerja dengan upah mulai yang dibawah UMR, tapi aku yakin, anak ada rezekinya masing-masing.

Sadar bahwa Aku belum mampu menjadi madrasah pertamanya dalam memberikan ilmu kebermanfaatan dunia akhiratnya. Maka saat memasuki usia remaja, aku masukan ia ke Sekolah SMP Islam Terpadu demi memenuhi kebutuhan rukhiyahnya. Meski kata orang bijak tak ada kata terlambat, tapi jelas itu aku sudah merasa jauh terlambat untuk paham tentang dunia parenting. Terlalu terbawa suasana kerja yang ritmenya kadang tak kenal waktu. Setidaknya sekarang aku berusaha semampuku memberi apapun yang terbaik untuk anakku.
Sempat ada kepikiran untuk lanjut kuliah saat anak sekolah di SMP IT, dengan harapan bisa menimba ilmu hingga jika anakku bertanya tentang apapun, aku bisa menjelaskan atau setidaknya bisa saling bertukar pikiran, berdiskusi. Tapi lagi-lagi terbentur waktu yang tidak bisa fleksibel karena bekerja di bawah bayang-bayang orang lain.

Kadang ada perasaan menyesal karena tidak bisa sepenuhnya mendampingi tumbuh kembangnya. Hingga kadang tidak bisa menerima bagaimana mereka yang ikut menjagakan anakku membiarkan anakku berlama-lama bermain di rumah temannya. Memang tak tahu diri aku ini.
Ya...banyak dilema untuk jadi seorang orang tua tunggal. Maju kena mundur kena. Dan saat aku melihat ada diantara mereka yang famous, begitu sukses menjadi orang tua tunggal yang anaknya terpenuhi segala kebutuhannya, serasa kentang banget aku ini😌

Hmmm...seperti yang aku tulis bahwa orang tua akan mengusahakan apapun demi anak-anaknya, semampu yang orang tua bisa tentunya, begitupun aku. Dengan segala keterbatasan yang aku miliki dari segi materi salah satunya, aku hanya ingin anakku sekolah lebih tinggi dari mamahnya ini. Aku ingin anakku terus menimba ilmu apapun terutama ilmu agama sebagai bekal kehidupan kelak dunia akhiratnya. Apalagi kehidupan dunia, yang semakin tahun persaingannya semakin ketat dalam segala hal, tentu tidak hanya mengandalkan nilai akademik untuk bisa berjuang dan bertahan hidup, tapi juga butuh kreativitas dan skill yang mumpuni untuk bisa diandalkan sebagai jalan dalam menjemput rezeki. Terpentingnya lagi adalah ilmu agama sebagai benteng diri dari kerasnya kehidupan dunia dan dari ujian-ujian yang harus siap dihadapi.

Bicara tentang anak tidak akan pernah usai. Akan selalu ada cerita yang kadang tidak bisa diceritakan🤭
Satu hal yang pasti, harapan orang tua ingin anaknya sholeh sholehah bermanfaat untuk ummat dan berguna untuk negara.
Semoga Allah senantiasa melindungi, menjaga dan membimbing generasi-generasi penerus menjadi generasi yang lebih baik dari generasi sebelumnya.

Aamiin yaa mujiibassaailiin.

Wallahu'alam bishshawab

Tasikmalaya, 07 Februari 2021

Selasa, 26 Januari 2021

Jangan Mengukur Sepatu Orang Lain dengan Kaki Kita


 
Ada banyak cerita dan berita. Kadang bingung untuk mencerna, sulit dimengerti dan dipahami. Ada banyak hal yang tidak serta merta membuat kita paham dan memahami apa yang kita alami.

Tak mudah untuk menjalani hidup di dunia ini. Dunia yang penuh dengan keramahan sekaligus juga kejahatan. Dunia yang selalu menampilkan kebahagiaan sekaligus juga menyuguhkan drama kesedihan. Dunia yang menjadikan kebebasan dan penjaranya manusia. Dunia yang menampakkan "syurga" sekaligus "neraka"...Dunia yang hanya menawarkan dan menyuguhkan kesementaraan...bagi manusia-manusia yang berpikir.

"Ketahuilah bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga-bangga di antara kamu serta berlomba-lomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian (tanaman) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu." (QS. Al Hadid {57}: 20)

Hidup ini penuh kejutan. Kita tak pernah bisa menebak dan menduga-duga apa yang akan terjadi di hari kemudian. Bahkan ketika kita membayangkan sesuatu itu indah namun kenyataannya tidak. Kita mesti siap untuk menerima apapun kenyataan kelak meski pada saat kita merasa dalam ketidaksiapan. Dan kita juga tak pernah tahu, kelak akan bertemu "apa" dan "siapa". Dan akan mendengarkan "apa" dari "siapa".

Kita tak pernah tahu perjalanan hidup seorang demi seorang yang kita kenal dan kita temui seperti apa. Entah itu teman, sahabat bahkan kerabat. Mungkin, bisa jadi cerita kita sama. Tapi kedalaman hati dan perjalanan prosesnya dari apa yang kita alami berbeda. Terkadang seseorang bisa bercerita lepas tentang apa yang dia alami, tapi belum tentu dengan orang lain yang mengalami hal yang sama. Jangan pernah mengukur sepatu orang lain dengan kaki kita meski nomor yang dipakai sama, tetap saja selera bisa berbeda.

Ada-ada aja tingkah dan prilaku orang-orang. Kadang beranggapan bahwa setiap orang akan memiliki pemikiran dan sikap yang sama dalam menjalani hidup. Seringkali, pertanyaan atau pernyataan yang menurut satu orang biasa saja, bisa jadi menurut lain orang akan sangat mengganggu.

Sepenggal perjalanan hidup yang sering aku dengar dari kerabat yang dalam perantauan. Meski dengan cerita yang sama "merantau" tetapi dalam perjalanan prosesnya merantau itulah yang berbeda. Ada yang sampai pada pencapain yang "membanggakan", bisa dia perlihatkan pada orang tua dan sanak saudara. Nyatanya, kebanggaan atas "pencapaian" itu pun diartikan berbeda dari kepala pemikiran yang lainnya. Dua sisi pemikiran yang aku rasa dua-duanya pantas bangga dengan apa yang sudah mereka capai. Tak ada yang salah. Hanya saja memang, ada hal yang harus kita jaga, ketika kita merasa bangga dengan pencapaian yang sudah diraih. Karena tidak semua orang bisa mendapatkan apa yang diraih dengan jalan yang sama. Mungkin bagi satu orang, memiliki mobil adalah sebuah pencapain yang tinggi yang bisa dibanggakan, tapi bagi satu lainnya, dengan bisa memberi "sesuatu" (tidak selalu harus mobil) untuk kedua orang tuanya adalah sebuah pencapaian yang tinggi yang bisa dilakukan.

Ketika ada seorang yang bertanya "apa yang sudah kamu capai dan kamu dapatkan dalam hidupmu?". Mungkin maksudnya baik, sebagai bagian dari penyemangat untuk bisa lebih ikhtiar yang terbaik. Tapi hati orang siapa yang tahu kan ya? Bisa saja saat itu hatinya sedang dalam kegalauan karena belum kunjung juga datang apa yang diharapkan dari ikhtiarnya. Hingga pertanyaan semacam itu seakan jadi sebuah nyinyiran bagi orang yang mendengarnya.

Lidah memang tak bertulang, seringkali kita pun butuh effort yang kuat untuk bisa mengendalikannya. Semacam itulah, ketika kita bermaksud bersilaturahmi dengan siapapun, pertanyaan seputar kabar dan kesehatan, jauh lebih diharapkan ketimbang pertanyaan "apa yang sudah diraih dari perjalanan panjang selama ini di perantauan."

Mencoba untuk menempatkan diri pada posisi orang lain ketika kita hendak bertanya sesuatu yang bisa jadi tidak nyaman untuk didengar. Bahkan terhadap anggota keluarga atau kerabat lainnya. Apalagi jika itu adalah orang yang baru kita kenal. Jika kita tak bisa membuat orang lain tertawa, maka jangan pancing orang untuk bersedih atas pernyataan dan pertanyaan kita.

Dari Abdullah bin 'Amru. Nabi Muhammad SAW bersabda,  "Seorang muslim adalah orang yang kaum Muslimin selamat dari lisan dan tangannya, dan seorang Muhajir adalah orang yang meninggalkan apa yang dilarang oleh Allah." (Shahih Bukhari).

Salah satu agar orang lain selamat dari lisan kita adalah dengan menjaga perasaan orang lain dari pernyataan dan pertanyaan kita. Walau memang bukan hal yang mudah. Terkadang aku merasa bersyukur dengan karakter aku yang tidak terlalu banyak bicara, kalau kata rangorang mah aku teh termasuk "introvert". Lebih banyak diam dan kadang kalau ga ditanya yaa ga ngomong. Orang Sunda bilang mah ibarat "Goong...mun ditabeuh karek disada"...hehehehe

Sekecil apapun, setiap kejadian adalah pelajaran bagi yang berpikir. Dan dunia ini adalah sebaik-baiknya tempat belajar dan sekaligus guru untuk kita menimba ilmu dan bekal untuk kelak di akhirat.

Semoga Allah membimbing diri dari menjaga lisan dan perbuatan...aamiin insyaaAllah.

Wallahu'alam bishshawab.

Tasikmalaya, 25 Januari 2021


Selasa, 19 Januari 2021

Tentang Kita Di Sisa Usia




Hai kamu...
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Kamu..yang entah kapan akan berkunjung dan menemuiku.
Kelak..
Jika Allah takdirkan kita bertemu dan bersatu.
Aku hanya ingin kita bersama dalam ketaatan
Perlahan...berproses untuk berprogess.
Tak peduli..
Apakah kita pernah melakukan hal yang bodoh.
Ataupun hal yang senonoh.
Biarkan saja...cukup Allah dan diri kita masing-masing yang tahu.
Selagi kita niatkan karena Allah.
Mari bersama kita berjalan meraih ridha_Nya.
Tentang kurang dan salah.
Kita adalah manusia yang memang tempatnya salah dan lupa.
Tentang apa yang pernah terjadi.
Jangan pernah kita ungkit-ungkit lagi.
Cukup kita lanjutkan hidup kedepan.
Merangkai bersama dalam ketaatan dijalan_Nya meraih ridha_Nya.

Dulu...aku tak pernah berharap akan bertemu lagi seseorang.
Yang bisa menerimaku apa adanya.
Yang bisa teman cerita apa adanya.
Yang bisa jadi pendengar yang apa adanya.
Yang tak perlu berkomentar apapun saat aku mulai bercerita.
Cukup mendengarkan dan tertawa bila ada hal yang sedikit lucu dan terlihat lugu.

Yang tampan mungkin banyak.
Yang gagah juga banyak.
Yang kaya berharta juga banyak.
Tapi apa mereka yang tampan, gagah dan kaya berharta siap menerimaku dengan segala kekuranganku?
Selalu terbersit...
Aku yang banyak kekurangan.
Aku yang banyak salah dan khilaf.
Aku yang hanya seorang pendosa ini.
Masih pantaskah juga untuk bersanding kembali.
Bersama kamu yang siap membersamai sisa-sisa usiaku.
Untuk sama-sama berjuang meraih ridha Ilahi Rabbi.

Kini...Inginku tak banyak
Jika Allah perkenankan aku dan kamu bersatu
Cukup kamu jadi pendengarku kala resah dan gelisah, senang dan bahagia menyapaku.
Cukup kamu jadi tempat bersandarku kala lelah dari segala yang telah kukerjakan.
Saat mentari menyapa.
Hanya ada aku dan kamu menatap pagi bersama.
Dan kita melangkah bersama untuk meraih ridha_Nya.

Semoga...aamiin insyaaAllah

Tasikmalaya, 15 Januari 2021

Kamis, 14 Januari 2021

My Birthday Surprise

🎶🎵hepi besdey bubuy...hepi besdey bubuy🎵🎶

Tetiba terdengar koor dari teman² kantor yang tak diduga samsek menjelang jam pulker.

Alhamdulillah..

Selalu ada cerita.
Sisi baik kehidupan ini kadang terabaikan ketika diri merasa selalu ada kekecewaan.
Kenyataannya Allah telah begitu banyak melimpahkan kebaikan, yang seringkali kita lupakan.

Hari ini...sungguh diluar ekspectasi. Saat lagi santai, menunggu waktu jam pulang kerja. Duduk pun dengan seenaknya bahkan kaki diangkat naik😄...tetiba datang rombongana Bapa OM dan teman² kantor bawa kue tart...speechless🥺
Karena seumur hidup, tidak ada pernah ada acara beginian.


Sedari kecil, orang tua memang tidak pernah ngasih peluang kita untuk melakukan sesuatu yang mungkin dimasa itu bisa dibilang "sia-sia" hanya ngabisin uang untuk hal yang tidak terlalu penting. Kasarnya di masa itu, untuk bisa makan sehari-hari pun...Alhamdulillah. Untuk bisa membiayai sekolah anak-anaknya pun...Alhamdulillah. Dan aku pun tak pernah bertanya "kenapa?", sementara teman² sepermainan atau sebaya bisa merayakannya.

Merayakan Hari Ulang Tahun HUT...hepi besdey HBD atau milad tahun atau apapun sebutannya, tidak pernah menjadi moment istimewa. Tetapi bagi aku pribadi, apa yang teman² kantor lakukan ini bisa jadi bahan pengingat hidup. Setidaknya ada mereka orang² sekitar yang mengingatkan tanpa berkata bahwa bilangan umurku sudah bertambah sementara jatah hidup semakin berkurang. Lalu bagaimana dengan amalan aku selama ini? Sudah sampai mana aku??
Sudah siapkah aku, jika Allah berKehendak 5 menit, 10 menit, 15 menit berikutnya dst?
Aaahhh...kadang kita terjebak oleh moment bahagianya dari merayakan hari lahir kita dan terlupa apa sebenarnya makna dari bertambahnya usia kita.


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كُلُّ نَفْسٍ ذَآئِقَةُ الْمَوْتِ ۗ ثُمَّ اِلَيْنَا تُرْجَعُوْنَ

"Setiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kemudian hanya kepada Kami kamu dikembalikan."
(QS. Al-'Ankabut: Ayat 57)

Siapapun...jika telah tiba pada waktunya Allah memanggil, tak ada yang bisa menghalangi atau memundurkan waktu itu. Malaikat maut akan datang menjemput tanpa memandang sakit/sehat, kaya/miskin dan tua/muda. Dan sering kita terlupa itu, berpikir bahwa yang sudah tua akan lebih dekat lagi ajalnya, sementara yang muda masih banyak waktu. Yang sedang sakit tinggal menunggu waktu dan yang sehat² saja bisa lanjut senang-senang. Oohh tidak Ferguso...rumusnya tidak seperti itu🤭

Terlepas dari pro kontra merayakan ultah, aku pribadi sangat berterima kasih sama teman² yang sudah ngasih kejutan. Selain sebagai pengingat bilangan dari tahun ke tahunku, bisa jadi ini sebagai wujud kasih sayang, kadeudeuh mereka sama aku...aahhh bener² speechless.

Terima kasih untuk semuanya atas kejutan yang benar² bikin surpriiiise ini😄
Semoga sehat² selalu dan lancar rezeki semuanya...aamiin yaa Rabbal'alamiin🤲

Tasikmalaya, 12 Januari 2021

Mengenang Masa Kecil


Alhamdulillah..
Udah anget² seger,..muter hari ini, dapat hasil cekrek gunung yang tertutupi awan, sama 3 pasang ABG yang kayaknya lagi ada salah paham karena si 3 cewek ABG minta baikan sama 3 cowok ABG...lucu. (putu ABGnya gada🤭)

Jadi inget masa kecil dulu, seusia SD sampe SMA, waktu itu main² kita itu barengan cewe cowo. Biasanya mainannya masa itu lompat tali, pecle, congklak, sorodot gaplok, kasti, boy²an, petak umpet smpe main kelereng jg, aku tuh termasuk yang gak suka klo dijodo², dicie²in ke cowo sama teman sepermainan, dan klo ada cowo yang aku tau dia tuh suka dan coba deketin, pasti w dijutekin.
Belum lagi mamah yang suka ngelarang klo aku deket² sama cowo apalagi berduaan, klo misal selepas ngaji dari masjid ba'da isya pulangnya telat, psti w disusul sambil kupingku dijewer.

Yang lucu, ada kan temen main cewe lagi demenan sama pemuda temen main bareng² terus ketauan tuh pemudanya godain aku, malah aku yang dimusuhin sama temen cewe.
Padahal aku ga ngeladenin..pan sebel jadinya🙄

Yang aneh lagi, kaka² sepupu aku dari kaka²nya mamah kan banyakan cowo (alm.mamah anak kedua terakhir), klo aku main ke rumah nenek, aku tuh ga boleh keluar klo ada cowo² yang lagi nongkrong, padahal disana tuh banyakan kaka sepupu yang ikut nongkrong. Jadinya tiap aku main ke rumah nenek, ya ngumpet saja di rumah, palingan cuma bisa liatin dari bali terali kayu. Rumah nenekku dulu dindingnya cuma dipasang kayu jarang-jarang, sebagian pake bilik atau tembok.

Dulu...aku ga pernah dikasih izin orang tua untuk ikut gelaran seni klo ada pentas seni HUT RI di kampung aku tanpa dikasih penjelasan. Pokoknya ga boleh, bahkan nonton temen-temen latihan pun dikasih batas waktu, jam 9 udah harus *ngampih*.
Kadang suka kesel, sebel...kenapa yang lain bisa tapi aku ga boleh, ga bisa ikutan. Sampe aku seumuran sekarang udah punya anak gadis, aku baru paham, apa sebenarnya maksud dan tujuan mamah sebegitu protectnya sama aku.

Smpe aku nikah, aku cuma 2x punya temen spesial atau pacaran gt ya katanya, itu juga terjadi di lingkungan rumah dan ga pernah berlangsung lama, di sekolah ga ada temen spesial samsek. Mungkin..klo aku lanjut kuliah, akan ada lain cerita, bisa jadi akan lebih banyak lagi yang naksir..ehh kepedean😄✌
Atau mungkin sebaliknya, akunya yg banyak naksir cowo tapi dicuekin, ga digubris😁

Btw...ternyata cara mamah protect aku dari pergaulan, sedikit banyak turun juga ke aku caranya protect anak aku.
Semoga kelak Allah kumpulkan lagi kami sekeluarga di Syurga_Nya...aamiin.

Al Fatihah

Tasikmalaya, 10 Januari 2021

"Tolong titip yaa"...Semudah itu si Bapa Berkata

 

 


Dunia ini hanya sementara dan setiap yang kita miliki sejatinya hanya sekadar titipan.

Mungkin cerita dibawah ini tidak mewakili gambar yang ada :)

Jadi aku lagi teringat, dimana sekitar 4 tahun yang lalu aku bertemu dan ngobrol dengan seorang Bapa, beliau tetangga jauh. Beliau memiliki anak laki-laki yang menurutnya susah diatur. Bahkan seringnya kabur-kaburan karena kehidupannya hanya meninggalkan jejak yang mengharuskan beliau bertanggungjawab atas perbuatan anaknya.
Beliau bercerita banyak bahwa anaknya begini dan begitu. Seperti biasa, aku hanya jadi pendengar.
Anaknya dulu sempat beberapa lama kerja di tempat aku kerja sebelumnya, hanya beda divisi. Karena itulah beliau berani ngobrol dan curhat karena tahu aku satu tempat kerja dengan anaknya.

Sampai pada klimaks obrolan...si Bapa berkata:
"tolong titip ya...perhatikan bagaimana dia ditempat kerja atau kalau bisa nasehati dia, soalnya Bapa sudah capek nasehatinya."
"Maaf Bapa...memang saya satu tempat kerja dengan anak Bapa tapi beda divisi, jadi gak setiap waktu juga bisa ketemu apalagi memperhatikan anak Bapa. (dalam hati, lagipula aku siapanya 😯)."
"Ooh gitu ya...atuh kalau bisa dan Teteh berkenan mah, gimana kalau nikah saja sama anak Bapa, siapa tahu kalau sudah nikah sama Teteh mah, anak Bapa jadi orang bener." Sambung si Bapa.

Subhanallah...ya Allah...saat itu rasanya ingin memperlihatkan ekspresi kaget yang tak biasa ketika mendengar kalimat terakhir.
Bapa maafkan aku yang bukan Tempat Penitipan Anak.
Anak memang titipan, tapi tak harus begitu pula dengan mudah meminta dan menitipkan pada orang lain kali Pak.
Boro-boro benerin hidup anak orang...benerin hidup diri sendiri aja masih tertatih-tatih dan kadang masih tikosewad.
Tapi dasarnya aku...pada saat itu aku hanya bisa menjawab dengan "hehehehe".

Bersyukurnya sekarang...itu anak sudah ketemu jodohnya...semoga SaMaWa dan semoga segala permasalahan dan urusannya dalam keluarga besarnya dilapangkan, dimudahkan jalan keluarnya...aamiinyra.

Setiap kita diberi titipan oleh Allah...mampukah kita menjaga dan merawatnya? Jawabannya ada pada diri masing-masing.
Tapi Ingat ya...jangan sembarang menitipkannya lagi dan menerima titipan yang belum tentu dan bukan haknya...apalagi nitipin anak😀😀

Tasikmalaya, 10 Januari 2021

Sabtu, 09 Januari 2021

Takdir Itu Indah Saat...



Bismillah

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Sudah memasuki hari ke-9 di 2021 ini, tak ada resolusi apapun untuk menapaki tahun ini. Dimana usia semakin bertambah bilangannya dan semakin berkurang jatah hidup di dunia ini.

Saat ini, diri hanya berharap bisa terus menjadi pribadi yang lebih baik dari diri sendiri yang sebelumnya.
Bisa semakin sabar menikmati hidup dengan tetap berproses berprogress sampai kematian itu datang menjemput.
Mungkin..bayang-bayang masa lalu masih akan berkelebat..berpenampakkan.
Entah sengaja atau tidak.
Tak mengapa, karena berarti kita memang pernah hidup di masa itu.
Tak perlu jadi alasan untuk pembencian atas apapun yang terjadi, terlebih atas apa yang telah orang lain lakukan di masa lalu.
Hidup adalah loncatan dari takdir satu ke takdir yang lain. Dimana bisa jadi ada do'a-do'a kepasrahan kita yang qabul biidznillah.
Kita tak pernah tahu takdir diri di 5 menit berikutnya. Apakah akan masih bisa bernapas ataukah kematian itu sudah tiba waktunya.

Allah Maha Besar...Keagungan, KuasaNya, KehendakNya yang tak seharusnya kita ragukan.
Allah Maha Tahu segalanya...selayaknya yakin atas apapun takdir yang terjadi pada diri.
Bahwa tidak ada keburukan apapun dari takdirNya kecuali keburukan diri yang senantiasa berprasangka buruk atas takdir itu sendiri.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

قُلْ اِنْ تُخْفُوْا مَا فِيْ صُدُوْرِكُمْ اَوْ تُبْدُوْهُ يَعْلَمْهُ اللّٰهُ ۗ وَيَعْلَمُ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَ رْضِ ۗ وَا للّٰهُ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

"Katakanlah, Jika kamu sembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu nyatakan, Allah pasti mengetahuinya. Dia mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu."
(QS. Ali 'Imran: Ayat 29)

Ada sebab akibat dari setiap kejadian. Dan ada hikmah dan ibrah dari setiap takdir yang telah ditetapkan. Allah Maha Mengetahui yang nampak dan tersembunyi bahkan yang jauh yang ada dalam benak hati kita.

Segala bentuk kejadian di bumi ini telah Allah tetapkan batas waktunya. Jaga selalu hati untuk tetap berprasangka baik...insyaaAllah

Boleh jadi diri tidak menyukai takdir yang terjadi tetapi menurut Allah ada kebaikan didalamnya dan demikian juga sebaliknya.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:

كُتِبَ عَلَيْکُمُ الْقِتَا لُ وَهُوَ كُرْهٌ لَّـكُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تَكْرَهُوْا شَيْــئًا وَّهُوَ خَيْرٌ لَّـکُمْ ۚ وَعَسٰۤى اَنْ تُحِبُّوْا شَيْــئًا وَّهُوَ شَرٌّ لَّـكُمْ ۗ وَا للّٰهُ يَعْلَمُ وَاَ نْـتُمْ لَا تَعْلَمُوْنَ

"Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 216)

Seperti halnya saat kita menikmati sebuah hidangan, maka takdir itu juga akan terasa indah saat kita tahu cara menikmatinya.

Hidup ini tentang penerimaan. Penerimaan atas takdir yang terjadi. Tentang luka, kecewa dan sakit hati. Tentang kekurangan, kesalahan dan kekhilafan. Tentang takut, cemas dan kekhawatiran.
Semua adalah tentang bagaimana cara menerimanya.
Tak ada larangan untuk menangis pedih, tak ada larangan merasa kecewa terluka.
Semua adalah tentang bagaimana cara menerimanya.
Sebagaimana tentang senang, bahagia dan suka cita. Tentang kelebihan, kebenaran dan kebaikan. Tentang berani, tenang dan kekuatan. Hati selalu bisa terbuka dalam menerimanya.
Maka bukalah hati saat takdir yang datang merasa tak sesuai keinginan diri. Karena semua tentang penerimaan.

Dalam penerimaan ada kepasrahan diri.
Dalam penerimaan ada pengakuan diri.
Dalam penerimaan ada keyakinan diri.
Bahwa diri ini hanya makhluk lemah yang tiada daya dan upaya selain Allah yang menggerakan.
Allah Yang Maha Kuasa atas lahir batin ini, atas jiwa dan raga ini.

لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ

Laahaula walaa quwwata illa billaah

Tasikmalaya, 09 Januari 2021

Senin, 28 September 2020

SUARA HATI

 



Tak ada yang sempurna
Tak ada yang benar-benar sempurna
Bahkan...saat niat terucap ingin kembali pada fitrahNya.

Yaa Rabb...perjuangan itu nyata, ketika harus melawan diri sendiri.
Ketika tekad telah dibulatkan, janji telah diikrarkan, do'a telah dipanjatkan dan ikhtiar telah dilakukan. Semua semestinya bersinergi untuk menuju perbaikan diri yang hakiki (yaa Allah). Tapi dalam perjalanan, kenyataan tidak semulus yang dibayangkan.

Saat mata memandang kesana, mengintip kesini. Segala sisi kehidupan diperhatikan, mencoba menjelajah, mencari satu wadah agar bisa optimal mengembangkan diri, menuai ilmu dan menyambung banyak tali silaturahmi.

Dalam kegamangan diri mencari cinta sejati. Banyak hal yang ditemui. Banyak hal yang menjadi ujian diri. Berpacu dengan waktu, menyelisih diri dalam balutan ekspectasi yang bahkan mungkin hanya serupa ilusi dan halusinasi.

Kata demi kata...kalimat demi kalimat mencoba dijadikan pengingat. Sejatinya diri seringkali terjebak dan terjerat dalam kehaluan dunia sesaat.

Tak ada yang tak mungkin.
Tapi jika segala kemungkinan menjadi sandaran dan lalu menerka-nerka...entah apa yang akan terjadi.

Perjalanan entah akan berakhir dimana.
Sementara cerita hidup lebih banyak salah dan dosanya.
Hanya dengan do'a dan harap cemas.
Saat kaki salah berpijak.
Saat langkah salah arah.
Jangan sampai berkecil hati.
teruslah perbaiki diri dan luruskan niat.
Meski perjalanan hidup seringkali membawa diri melenceng dari yang semestinya.

 

Tasikmalaya, 28 September 2020

Sabtu, 11 Juli 2020

Hadiah Istimewa Itu Bernama Do'a




Bismillah

Subhanallah walhamdulillah...setelah sekian lama absen di lapak ini, akhirnya Allah izinkan aku untuk posting kembali sebuah tulisan. Yang berharap, tulisan ini bisa bermanfaat bagi sesiapa yang membacanya, terlebih lagi untuk diri sendiri yang fakir ilmu ini.

Hadiah istimewa itu bernama do'a..
Sebagai pengikat dan penjagaan terbaik sepanjang masa.
Sebagai wujud cinta dalam diam dan kesunyian.
Sebagai wujud rasa kebersahajaan penuh ketulusan.
Sebagai bentuk kepasrahan diri atas keterbatasan yang dimiliki.

Do'a bagian dari segala keluh kesah yang dirasa.
Bagian dari harapan tentang masa depan.

"Do'a adalah senjata orang mukmin"
(https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/objgye313)

Pernah dengar kan ungkapan tersebut?
Bisa jadi sering sekali mendengar ungkapan itu. Tak ada seorang pun yang luput dan ingin jauh dari "do'a". Entah dia berdo'a tentang kebaikan ataupun sebaliknya. Bisa jadi, meski hanya sekadar berucap tak sengaja atau sekadar becanda, nyatanya kadang ucapan tersebut kelak menjadi nyata. Maka sering juga kita mendengar bahwa kata-kata adalah do'a.

Do'a bisa merubah takdir.

Ungkapan tersebut pun seringkali didengar. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits

لَا يَرُدُّ الْقَضَاءَ إِلَّا الدُّعَاءُ وَلَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ

Artinya: “Tidak ada yang dapat menolak takdir ketentuan Allah selain doa. Dan tidak ada yang dapat menambah umur seseorang selain perbuatan baik.” (HR At-Tirmidzi).

Do'a itu sangat penting bagi kita. Terlebih saat diri merasa tengah berada pada jalan buntu atas apa yang diri alami. Kadang tanpa sadar hati dan mulut pun berkomat-kamit seakan melafalkan do'a, yang menurut sendiri pun, itu sekadar ucapan spontan. Tapi tidak jarang, karena merasa sering berdo'a, saat do'a yang kita panjatkan belum juga merasa terkabul, kita merasa lelah dan berkeluh kesah karena hal itu. Bahkan akhirnya berhenti untuk berdo'a.

Yang penting dari sebuah do'a adalah adab ketika berdo'a. Yupz...ini yang seringnya aku juga lalai untuk memperhatikan.
Ada beberapa adab yang penting kita ketahui agar do'a bisa menjadi lebih melangit lagi dan tentu saja dikabulkan oleh Allah.

Berikut adab-adab dalam berdo'a:

1. Perbanyaklah berdo'a

Ini penting banget, jangan merasa diri mampu mendapatkan apa yang kita ingin, lalu terlupa untuk berdo'a agar bisa mendapatkan apa yang kita inginkan. Itu sama saja kesombongan, seolah apa yang kita dapatkan adalah hanya karena kemampuan kita sendiri.

"Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu, sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk ke neraka jahannam dalam keadaan hina dina." (QS. Ghafir:60)

2. Tidak berkata "aku telah berdo'a tapi tidak dikabulkan"

Imam Muslim Rahimahullah meriwayatkan:

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya dia berkata; aku membacakan kepada Malik dari Ibnu Syihab dari Abu 'Ubaid maula Ibnu Azhar dari Abu Hurairah bahwasanya Rasulullah shallallahi 'alaihi wassalam bersabda: Do'a seseorang dari kalian alan senantiasa dikabulkan selama ia tidak tergesa-gesa hingga mengatakan "Aku telah berdo'a kepada Rabbku, namun tidak atau belum juga dikabulkan untukku." (HR. Abu Dawud:1484)

3. Menengadahkan telapak tangan ke atas dan bukan punggung tangan.

Dari Malik bin Yasar As Sakuni, Al-Aufi bahwa Rasulullag shallallahu 'alaihi wassalam bersabda: "Apabila kalian meminta kepada Allah, maka mintalah dengan menengadahkan telapak tangan dan jangan meminta dengan belakangnya." (HR. Abu Dawud:1486)

4. Berdo'alah dan yakin do'a akan dikabulkan dan hati jangan lalai kepada Allah.

Dari Abu Hurairah ia berkata Rasulullah bersabda: "Berdo'alah kepada Allah dalam keadaan yakin akam dikabulkan dan ketahuilah bahwa Allah tidak mengabulkan do'a dari hati yang lalai."(HR. Tarmidzi:3479)

5. Tidak berlebih-lebihan dalam berdo'a

Rasulullah bersabda: "Akan ada sebuah kaum berlebihan dalam berdo'a."(HR. Abu Dawud:1480)

6. Do'a singkat dan padat

Imam Abu Dawud Rahimahullah meriwayatkan:

Telah menceritakan kepada Kami Harun bin Abdullah, telah menceritakan kepada Kami Yazid bin Harun dari al-Aswad bin Syaibandari Abu Naufal dari Aisyah ra, ia berkata,  Rasulullah saw menyukai do'a-do'a yang singkat padat dan meninggalkan selain itu. (HR. Abu Dawud:1482)

7. Memperbanyak istighfar

Rasulullah shallallahu 'alaihi wassalam bersabda : " demi Allah, sesungguhnya aku beristighfar (meminta ampunan) dan bertaubat kepada Allah dalam satu hari lebih dari tujuh puluh kali." (HR. Bukhari:6307)

8. Berdo'a memohon kebaikan dunia akherat

Dari Anas bahwasanya Rasulullah pernah menjenguk seorang laki-laki muslim yang sedang sakit parah sampai kurus dan lemah seperti seekor burung kecil. Kemudian Rasulullah bertanya kepadanya: "Apakah kamu pernah berdo'a ataupun memohon sesuatu kepada Allah?" Sahabat tersebut menjawab: "Ya, saya pernah berdo'a, Ya Allah ya Tuhanku, apa yang akan Engkau siksakan kepadaku di akhirat kelak, maka segerakanlah siksa tersebut didunia ini. Mendengar pengakuannya itu, Rasulullah pun bersabda: "Subhanallah, mengapa kamu berdo'a seperti itu. Tentu kamu tidak akan taha. Mengapa kamu tidak berdo'a : "Ya Allah, berilah kami kebaikan di dunia da kebaikan di akhirat serta peliharalah kami dari siksa neraka. Anas berkata: "Lalu Rasulullah berdo'a kepada Allah untuk sahabat tersebut dan akhirnya Allah pun menyembuhkannya." (HR. Muslim:2688)

9. Merendahkan suara saat berdo'a
 
Imam Muslim ra mengabarkan:

Menceritakan kepada kami Abu Bakr bin Abu Syaibah telah menceritakan kepada kami Muhammad bin Fudhail dan Abu Mu'awiyah dari 'Ashim dari Abu 'Utsman dari Abu Musa dia berkata: "Kami pernah menyertai Rasulullah dalam suatu perjalanan. Tiba-tiba ada beberapa orang sahabat bertakbir dengan suara keras. Mendengar suara takbir yang keras itu,  Rasulullah pun berkata: "Saudara-saudara sekalian, rendahkanlah suara kalian! Sesungguhnya kalian tidak berdo'a kepada Dzat yang tuli dan jauh. Tetapi kalian berdo'a kepada Tuhan Yang Maha mendengar dan Maha Dekat. Dia selalu beserta kalian." (HR. Muslim:2704)

10. Menyebut dan mengagungkan nama Allah saat berdo'a

Beliau Rasulullah bersabda: "Demi Dzat yang jiwaku ada ditangan_Nya, ia memanjatkan do'anya kepada Allah dengan menggunakan nama_Nya yang agung. Bila ada yang berdo'a dengan nama tersebut, Allah mengabulkan dan jika ada yang meminta sesuatu dengan nama itu, Dia memberi

Sumber: buku "Tuntunan adab-adab Sunnah Rasulullah saw untim Kehidupan Sehari-hari"
Penulis Muhammad al Islam
Penerbit Pustaka Qur'an dan Hadits

Masih banyak adab berdo'a yang perlu kita perhatikan agar do'a-do'a yang kita panjatkan diridhoi oleh Allah. Semoga ini jadi pengingat diri.

Hadiah istimewa itu bernama do'a. Yang jika diulang-ulang, ibarat mengayuh sepeda, maka perlahan tapi pasti akan sampai pada arah yang dituju.
Panjatkan do'a dengan sebanyak-banyaknya dan sebaik-baiknya do'a. Dan apapun do'a dan harapan yang kini sedang bermain-main dalam benak dan pikiran kita, semoga dikabulkan oleh Allah Ta'ala.
Aamiin yaa mujiibbaassailiin.

Tasikmalaya, 11 Juli 2020

Sabtu, 13 Juni 2020

Teman Ngobrol Teman Sentilan




JANGAN SUKA MENYELA KALAU ORANG LAIN LAGI CERITA

Makjleebbb...saat denger kalimat diatas.
Sentilan dari teman ngobrolku. Emang sih nyentilnya sambil candaan. Cuma akhirnya bikin aku sadar.
Iya bangeeet...sekarang-sekarang ini aku termasuk orang yang paling gemes klo denger orang lain cerita tapi gak runut. Makanya ditengah cerita kadang nanya atau lebih ekstrimnya mah "menyela". Meski pada dasarnya aku termasuk orang yang lebih suka banyak mendengarkan dan menyimak orang lain kalau bercerita.
Tapi ada kalanya juga, tetiba kita melenceng dari lintasan kebiasaan. Dan bersyukurlah ketika ada teman yang mengingatkan...setidaknya ini bisa jadi rem diri saat ngobrol dengan orang lain yang belum begitu kenal akrab.
.

Alhamdulillah...orang yang nyentil aku dengan kalimat tersebut adalah teman yang sudah lama kenal. Kan asik ya, yang nyentil itu teman ngobrol yang kena langsung selaan aku saat dia lagi asik bercerita walau aku agak sedikit berargumen bahwa aku nyela karena ada yang gak jelas runutan ceritanya (maafin...hehehe). Walau memang umurnya jauuh banget bedanya. Tapi tentu ini aku jadikan catatan dan pengingat aku untuk lebih sabar saat mendengar dan menyimak orang lain bercerita.
.

Yang namanya ilmu yang baik dan benar tak selalu harus datang dari mereka yang usianya lebih banyak atau yang hidupnya sudah lebih lama.....iya kaan. Dari siapapun jika ilmu kebaikan dan kebenaran itu datang, maka ambil dan jadikan pelajaran yang berharga. Tak penting darimana dia berasal atau berapa usianya.
.

Ini mengingatkanku pada tulisan postingannya ustadz Hilmi Firdausi
Yang namanya tawadhu' itu adalah bersikap adil dan meletakkan segala sesuatu pada tempatnya. Tawadhu' tidak sama dengan merendahkan dan menghinakan diri.
Dalam postingannya juga, dikutip tentang arti tawadhu' menurut Al-Fudhail.

Al-Fudhail mengatakan, tawadhu' berarti
"Engkau tunduk kepada kebenaran dan patuh kepadanya. Walaupun engkau mendengarnya dari seorang anak kecil dan walaupun engkau mendengarnya dari manusia terbodoh."
.

Dan sombong itu bukan berpenampilan keren, mobil keren, rumah keren, pasangan keren & semua yang keren lainnya (yang ini lagi rame nih ada yang membully para ustadz gegara tampil dengan yang keren2...mantaabbbs pan😍...semoga para ustadz senantiasa ada dalam penjagaan dan perlindungan Allah Ta'ala...aamiin)
Karena sombong itu sejatinya adalah menolak kebenaran.
.

Baru-baru ini juga aku habis mitap bareng sahabat yang lama gak bersua, kita sharing tentang apapun yang kita alami selama beberapa bulan terakhir ini. Semenjak PSBB berlaku, otomatis kita gak bisa bertemu, terlebih jam kerja aku yang lumayan padat dan tentunya Allah belum mengizinkan kita bertemu.
Qadarullah...alhamdulillah, hari pertemuan pun akhirnya terjadi. Setelah cerita dan sharing ini itu, tiba pada kesimpulan dan permintaanku tentang pendapat dan masukannya untuk masalahku. Dan ternyata ada kesamaan dengan sentilan teman ngobrolku sebelumnya, yaitu untuk tidak menyela saat orang lain sedang bercerita. Simak dulu sampai selesai, baru tanggapi.
Subhanallah...aku memang merasa akhir-akhir ini setelah segala perjalanan berliku, aku menjadi pribadi yang jadi kurang sabar, ingin selalu cepat selesai jika ada hal yang tidak mengenakkan atau kurang sesuai dengan hati. Sahabat shalehahku juga membenarkan, bahwa diusia kita yang sekarang, kita memilih untuk simpel dalam segala hal dan selalu ingin cepat selesai jika ada masalah atau kasarnya tidak ingin menggantungkan masalah apapun sampai berlarut.
.

Seneng banget bisa berbagi dengan sahabat satu ini yang rajin banget menimba ilmu yang salah satunya tentang parenting. Dan rasanya selalu ingin berlama-lama bersama, gak mau berpisah...hehehehe. Jadi memang sangat penting pake banggeueueut punya sahabat shalehah yang mumpuni dengan ilmu, setidaknya kita bisa kecipratan ilmu yang dia punya. Dan tentunya ada yang meluruskan saat kita melenceng dari jalur yang seharusnya.
.

Jadi kangen berburu kajian...hikshiks
Meski ilmu bisa kita dapat darimana saja dan dengan cara apa saja. Tapi hadir langsung di majelis ilmu itu lebih menyejukkan dan tentunya berharap keberkahan didalamnya.
Semoga Allah ridho dan Allah mudahkan kita untuk bisa menimba ilmu dengan cara apapun.


Tasikmalaya, 13 Juni 2020

Sabtu, 30 Mei 2020

Istimewanya Silaturahmi di Masa Pandemi


Tak ada lagi pelukan
Tak ada lagi ciuman
Tak ada lagi erat jabat tangan
Tak ada lagi mudik-mudikan
Pandemi merubah segala tatanan kehidupan

Subhanallah..
Walhamdulillah
Tak lepas bibir ini mengucapkan kalimat dzikir
Karena hanya itulah yang bisa kita lakukan selepas segala ikhtiar atas pandemi tahun ini.

Alhamdulillah...Ramadhan telah berlalu, saatnya menyambut Bulan Syawal yang syahdu. Dengan segala haru biru yang bercampur sendu. Haru...karena akan berpisah dan berharap tahun depan bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan. Bahagia...karena telah tuntas melewati Ramadhan Kareem...Ramadhan penuh berkah
(belum tuntas bagi yang punya qodho shaum 😊). Bahagia...karena masih Allah beri waktu, kesempatan untuk menikmati gema takbir berkumandang di setiap Mesjid di penjuru Bumi. Bahagia...karena dimampukan menunaikan zakat fitrah penyempurna penutup amalan Ramadhan. Bahagia...Syawal telah tiba, saatnya berbuka, melapangkan dada dan meluaskan sabar. Karena di bulan inilah saatnya kita melenyapkan segala dendam...menuntaskan segala keresahan jiwa dengan saling maaf memaafkan.

Dalam firman Allah swt:

“Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin Allah mengampunimu? Dan Allah adalah maha pengampun lagi maha penyayang (QS An-Nuur:22)”

“Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh.” (QS. Al-A’raf :199)

Sadar atau tidak...saat kita berinteraksi, berkomunikasi dengan teman, saudara, kerabat dan sahabat, kata-kata terucap bisa jadi ada yang menyinggung perasaan. Walau mungkin tak mengungkap apa yang dirasa, tapi sejatinya manusia terkadang hanya bisa menelan apa yang sebenarnya dirasa.

Rasulullah SAW bersabda, 
“Barangsiapa memaafkan saat dia mampu membalas maka Allah memberinya maaf pada hari kesulitan. (HR Ath- Thabrani)”


Sabda Rasulullah SAW,
"Jika hari kiamat tiba terdengarlah suara panggilan “Manakah orang-orang yang suka mengampuni dosa sesama manusianya?” Datanglah kamu kepada Tuhan-mu dan terimalah pahala-pahalamu. Dan menjadi hak setiap muslim jika ia memaafkan kesalahan orang lain untuk masuk surga. (HR Adh-Dhahak dari Ibnu Abbas r.a.)"

Source: www.renunganislam.com

Syawal yang kerap kali kita isi dengan takbiran dan shalat Ied pada pagi hari di hari pertama, di masa pandemi ini agak berbeda. Istimewa memang...alih-alih ingin takbir keliling, ada pembatasan dalam berkelompok. Saat ingin menuangkan keharuan dengan berpelukan dan diiringi sedu sedan aliran airmata selepas shalat Ied. Kali ini, protokol kesehatan pun diberlakukan. Dimana pada saat shalat Ied pun dianjurkan untuk mengenakan masker dan menjaga jarak sebagai ikhtiar dari dampak Covid-19. Selain itu juga, dianjurkan tidak ada yang memaksakan untuk mudik. Berkunjung silaturahmi dengan sahabat dan kerabat...subhanallah.

Eiitsss....jangan dulu bersedih dan berkecil hati. Silaturahmi di jaman now apalagi di tengah pandemi ini, sudah pasti bisa lebih modern, canggih dan dipermudah. Cukup buka aplikasi, lalu saling sapa lewat layar ukuran segenggaman tangan atau layar seukuran TV 14 inch pun bisa dilakukan.

Hmmm...mungkin agak kurang afdol dan kurang sreg saat saling bermaafan dengan kerabat dan sahabat dari jarak yang tersambung lewat internet atau sambungan telephon. Qadarullah...apalah hendak dikata, semua dalam masa dan situasi yang tanpa kita harapkan dan bayangkan sebelumnya 😢
Langkah kaki dan bayangan diri yang biasanya di hari pertama berkunjung ke rumah saudara yang bisa disambangi dengan modal pulang pergi, kali ini cukup bersapa dan bermaafan lewat WA atau video call. Sudah dipastikan dengan saudara yang berjauhan beda pulau, itu sudah biasa. Dan bahasannya tidak jauh dari pandemi yang terjadi. Setidaknya, silaturahmi tetap terjalin karena ada komunikasi tanpa batas via hape. Apalagi sekarang video call sudah bisa di akses dengan lebih dari dua orang. Alhamdulillah...masih bisa bersua via hape. Tapi rasanya bahagia, setidaknya kita tahu masih pada sehat. Sementara saudara yang masih satu kota, alhamdulillah masih berjumpa muka dan masih bisa berkumpul sekejap dengan menikmati hidangan Lebaran ala kami 😊

Karena memanjangkan silaturahmi merupakan salah satu cara mewujudkan ukhuwah islamiyah selain juga membuat kerabat dan sahabat yang kita kunjungi atau kita sapa akan merasa senang, maka seharusnyalah kita terus menjaga silaturahmi.

Allah SWT berfirman sebagai berikut :

ٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَآءً ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِى تَسَآءَلُونَ بِهِۦ وَٱلْأَرْحَامَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-Mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan darinya pada Allah menciptakan isterinya : dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi. sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” (QS. An-Nisa’ : 1)

Ini membuktikan bahwa Allah memerintahkan kita untuk tetap menjaga hubungan silaturahmi apapun situasi dan kondisinya dan bagaimanapun caranya. Karena ada beberapa keutamaan dari menyambung dan menjaga silaturahmi, antara lain:

1. Dipanjangkan umurnya dan diluaskan rizqinya

 “Siapa yang bertakwa kepada Rabb-nya dan menyambung silaturrahmi niscaya umurnya akan diperpanjang dan hartanya akan diperbanyak serta keluarganya akan mencintainya.” (Diriwayatkan oleh Bukhari)

2. Terhubung dengan Allah SWT

Menyambung tali silaturahmi sama dengan menyambung hubungan dengan Allah SWT sebagaimana disebutkan hadits yang diriwayatkan dari Abu Hurairah R.A ia berkata sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda :

“Sesungguhnya Allah SWT menciptakan makhluk, hingga apabila Dia selesai dari (menciptakan) mereka, Rahim berdiri seraya berkata : ini adalah kedudukan orang yang berlindung dengan-Mu dari memutuskan. Dia berfirman ; “Benar, apakah engkau ridha jika Aku menyambung orang yang menyambung engkau dan memutuska orang yang memutuskan engkau? Ia menjawab : iya. Dia berfirman : “itulah untukmu”

3. Penyebab masuk surga dan dijauhkan dari api neraka
   
“Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan (silaturahmi)” (HR Bukhari dan Muslim)

4. Bentuk ketaatan kepada Allah SWT

    “dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Rabbnya dan takut kepada hisabnya yang buruk.” (QS. Ar-Ra’d : 21)

Sumber :
1. https://assajidin.com/2018/06/06/kumpulan-ayat-alquran-dan-hadist-nabi-betapa-dahsyat-berkah-silaturrahim/
2. https://www.google.com/amp/s/umroh.com/blog/hadits-tentang-silaturahmi/%3famp

Dimanapun kita berada, semoga silaturahmi selalu terjalin dan terjaga meski hanya via sosial media.
Dan semoga pandemi segera berlalu...aamiin insyaaAllah.


Tasikmalaya, 29 Mei 2020

Sabtu, 16 Mei 2020

Cantik Sehat di Bulan Ramadhan






Bismillah

Tak terasa...sudah sampai pada hari-hari terakhir di bulan Ramadhan. Sesaat lagi Ramadhan akan segera pulang. Sementara aku...hamba yang penuh dosa ini, masih terseok dalam setiap amalan dan bertanya, akankah diperjumpakan lagi dengan Ramadhan tahun depan???
Yaa Allah....semoga saja selalu ada kesempatan untuk berjumpa Ramadhan kembali...aamiin.

Ramadhan tahun ini...memang lain dari tahun-tahun sebelumnya. Di tengah pandemi yang belum pasti kapan berakhir, kita berharap selalu ada hikmah yang bisa kita ambil. Dengan segala keterbatasan yang kita punya, kita optimis bahwa masih ada harapan kebaikan dari setiap kejadian termasuk di tengah pandemi saat ini. Dan semoga sahabat-sahabat shaleh shalehah sehat-sehat selalu beserta keluarga.

Oh iya...ngomong-ngomong soal sehat, ada hikmah yang besar yang bisa kita ambil ya sahabat. Kita jadi lebih aware dengan kesehatan kita. Sebentar-bentar cuci tangan, habis dari warung, cuci tangan. Habis pegang duit, cuci tangan. Habis dari ATM, cuci tangan. Habis terima paketan, cuci tangan. Pokoknya habis ngapain cuci tangan...hehehe. Belum lagi tiap habis dari luar, langsung ganti baju dan walhasil, cuci baju pun jadi lebih sering. Rasanya parno banget ya ^^.

BTW...soal sehat memang itu penting banget. Karena dengan sehat, kita bisa menikmati apapun yang kita lakukan. Terlebih kita bisa benar-benar merasakan nikmat dalam beribadah...insyaaAllah. Semisalnya shaum Ramadhan yang kita jalani saat ini, benar-benar jadi dobel-dobel extra perjuangan untuk menjaga sehat. Karena tak bisa dipungkiri, saat ini kita seolah sedang berperang melawan musuh yang entah bersembunyi di tubuh yang mana. Maaf...terlalu di dramatisir ya 😌😏...fufufufufu

Aku sendiri gak punya tips atau ritual khusus untuk tetap jaga kesehatan. Masih dengan cara-cara sederhana dan disesuaikan dengan kemampuan financial tentunya. Beberapa diantaranya sesuai tips umum yang diberikan para ahli kesehatan.

1. Perbanyak makan sayur dan buah
2. Istirahat/Tidur cukup
3. Bercengkerama dengan matahari alias berjemur (nyuri waktu di jam kantor)
4. Olahraga yang cukup (ini jarang bangeeet dilakukan😌)
5. Minum madu dan wedang jahe

Tambahan tips : Menjaga asupan informasi, buatku ini juga menjadi bagian penting banget untuk menjaga kewarasan hati dan pikir😊, dengan mendengar dan menyimak kajian-kajian yang menyejukkan, membaca buku-buku bertema keIslaman, diharapkan bisa menambah kita jadi lebih positive learning, positive thinking, positive feeling dan positive action.

Buat kaum hawa...kalau ada sehat, pastinya gak mungkin melewatkan untuk tetap bisa cantik di tengah pandemi ini 😁
Yaa ini penting banget...ya kaaan????? Terlebih untuk yang sudah punya pasangan terus sedang menjalani masa #dirumahaja. Beuh gak mungkinlah, ketika #dirumahaja kita gak aware dengan kecantikan. Aku sich iyeeessss....hehehe.
Tapi aku sih gak punya tips khusus nih biar tetap cantik. Salonan pun gak pernah. Aku yang masih berjibaku dengan rutinitas kantor, ritual mandi minimal 2x sehari, itu sudah berasa mewah banget. Plus luluran pake ampas teh celup sepekan sekali. Ini asli..aku suka banget...kulit jadi berasa halus beut😄. Sedang untuk skin care wajah, aku hanya butuh pake cream siang dan malam. Dan jangan lupa, tetap cukupi kebutuhan air untuk tubuh dengan minum air putih kurang lebih 8 gelas sehari semalam. Dan saat Ramadhan ini, lagi lebih sering konsumsi dawegan alias kelapa muda tanpa campuran apapun😊. Sesederhana itu tips cantik sehat ala-ala aku ^^

Jadiii...cantik sehat di bulan Ramadhan itu tetap penting ya sahabat. Selain manfaatnya untuk kita rasakan sendiri, ini adalah bagian dari cara kita mensyukuri nikmat Allah yang diberikan. Yaitu menjaga tubuh yang dititipkan ini agar tetap bisa lebih sehat sehingga nyaman ketika digunakan untuk beribadah kepada Allah Ta'ala.

Selamat menikmati jamuan hari-hari terakhir Ramadhan ini. Semoga sehat-sehat selalu. Dan semoga kita bisa dipertemukan kembali dengan Ramadhan berikutnya...insyaaAllah😊😊

#stayhepi #stayhealthy #stayathome #keepistiqamah #keephamaasah

Wallahu'alam bishshawab

Tasikmalaya, 16 Mei 2020

Selasa, 05 Mei 2020

8 KEUTAMAAN DAN MANFAAT SHAUM

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Alhamdulillah...aku masih diberi kesempatan untuk menjalani Ramadhan tahun ini hingga tidak terasa sudah memasuki 10 hari kedua. Masih dengan pertanyaan pada diri sendiri, sudah sampai mana hasil yang diraih? Masih terseok...semangaaat akuuuh 💪💪

Seperti yang kita semua tahu bahwa puasa adalah salah satu rukun Islam. Dimana kewajiban berpuasa dijelaskan dalam firman Allah surat Al Baqarah ayat 183.


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."


Apapun yang Allah perintahkan, syari'at Allah selalu bertabur manfaat, salah satunya shaum ini.
Dari Kultum yang aku simak pada salah satu WAG, yang disampaikan oleh ustadzah Siti Aminah tentang ada 8 Keutamaan dan Manfaat Shaum.

Berikut resumenya...cekidot😊

8 KEUTAMAAN & MANFAAT SHAUM

1. Meraih derajat taqwa

Dalam firman Allah tersebut, disebutkan bahwa shaum diwajibkan bagi kita agar menjadi pribadi yang bertaqwa. Digembleng dalam ibadah shaum dan yang lainnya.
Memangnya apa keuntungan dari orang yang bertaqwa?

Keuntungan orang yang bertaqwa ada 5, yaitu :
1. Semua masalah akan diberi jalan keluar dan diberi rezeki dari jalan yang tidak terduga
2. Semua urusan akan dipermudah
3. Dosa akan terampuni dan pahala diperbanyak
4. Menjadi pribadi yang mulia
5. Amalnya diterima

2. Pahala yang amat besar

Nabi SAW ditanya, "wahai Rasulullah, tunjukkan kepadaku suatu amalan yang bisa memasukkanku kedalam syurga."
Rasulullah bersabda, "hendaklah engkau melaksanakan puasa karena tidak ada yang semisal dengannya." (HR. Nasa'i, Ibnu Hiban dan Al Hakim)

Dalam hadits tadi Rasulullah SAW menjawab pertanyaan bahwa pahala puasa itu tidak ada yang sebanding dengannya. Saking besarnya pahala puasa, pahala tersebut tidak dapat digambarkan sama sekali. Nah inilah keberuntungan kaum beriman yang menjalankan shaum ramadhan sebulan penuh. Andai saja sehari berpuasa mendatangkan pahala yang amat besar, lalu bagaimana dengan pahala kesempatan puasa sebulan penuh di bulan ramadhan yang mulia.

3. Menghapuskan dosa

Dalam hidup ini Allah Ta'ala membuat siklus penghapusan dosa untuk kaum beriman, yaitu ada 3:

1. Siklus penghapusan dosa harian, yaitu shalat 5 waktu
2. Siklus penghapusan dosa pekanan/mingguan, yaitu hari Jum'at
3. Siklus penghapusan dosa tahunan, yaitu bulan Ramadhan

Nah siklus penghapusan dosa tsb diterangkan dalam hadits Rasulullah SAW dari Riwayat Muslim.
"Antara shalat yang 5 waktu, antara Jum'at yang satu dan Jum'at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, diantara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar."

Hadits lainnya,

Dari Abu Hurairah ra, Nabi SAW bersabda: " barang siapa yang berpuasa dibulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya dimasa lalu akan diampuni." (HR. Bukhari Muslim)

4. Menjauhkan diri dari neraka

Jika satu hari menjalani shaum akan dijauhkan dari neraka selama 70 tahun, maka hasil dari sebulan berpuasa ramadhan selama 30 hari adalah 2100 tahun dijauhkan dari neraka...allahu akbar

Ada sebuah hadits HR. MUSLIM

Rasulullah SAW bersabda : "sungguh siksaan yang paaaling ringan bagi penduduk neraka adalah ia memakai sandal dari api yang dapat mendidihkan otaknya karena panasnya kedua sandalnya."

Tentunya kita berharap agar kita dijauhkan dari neraka selama-selamanya, maka caranya dengan berpuasa.

5. Syafa'at di hari Kiamat

Qa'at berkata : "seseorang menyeru, di hari kiamat kelak, setiap orang yang menanam amal tertentu akan diberi panenan atau pahalanya dan diberi tambahan kepadanya, kecuali para ahli al qur'an dan orang yang berpuasa, mereka diberi pahala tanpa hitungan dan keduanya al quran dan puasa memberikan syafa'at kepadanya di sisi Allah swt."

Diterangkan oleh ustadz Rehanul Bahrain
Beliau menyampaikan bahwa Shaum dan Al Qur'an adalah syafa'at di akherat.

Menurut beliau..manusia sangat butuh syafaat dengan izin Allah karena kesusahan yang dialami pada hari kiamat nanti semisal ketika di hari kiamat matahari didekatkan pada manusia sejauh 1 mil, ada manusia yang tenggelam karena keringatnya dan ada lagi manusia yang diseret dan berjalan dengan wajahnya dan kejadian di padang mahsyar yang sangaat lama, dimana satu hari di akhirat sama dengan 1000 tahun dibumi.
Beliau menukil salah satu dalil HR. Turmidzi

"Sesungguhnya kalian akan dikumpulkan ke padang mahsyar dalam keadaan berjalan, dan ada juga yang berkendaraan serta ada juga yang diseret diatas wajah-wajah kalian."

6.  Akses khusus masuk syurga

Seperti mereka yang tergolong VVIP, orang-orang yang amat penting biasanya selalu mendapat akses dan kemudahan.

Bayangkanlah saat milyaran manusia berharap masuk kedalam syurga di hari kiamat, semua rela mengantri dalam waktu yang lama, namun bagi mereka yang rajin menjalankan shaum kelak mereka mendapatkan akses masuk khusus melalui gate bernama Ar Rayyan, siapapun tidak boleh masuk kecuali mereka yang suka berpuasa, baik Ramadhan maupun puasa sunnah yg lain seperti puasa Daud, Yaumil Bidh, puasa Senin Kamis.

7. Menahan hawa nafsu dan syahwat

Nafsu seksual adalah fitrah manusia yang Allah Ta'ala ciptakan. Menjadi mulia bagi mereka yang dapat menahan hawa nafsunya lalu menyalurkannya di tempat yang Allah halalkan. Namun sebaliknya menjadi amat tercela bagi mereka yang tidak bisa mengekang hawa nafsunya. Bagi mereka yang kerap tak sanggup menahan gejolak nafsunya, ketahuah bahwa agama ini memberikan rem yang amat pakem untuk nafsu yaitu puasa. Sebab puasa menurut Rasulullah SAW adalah penjaga dari hawa nafsu. Maka ini cocok bagi pemuda-pemuda yang belum memiliki pasangan halal.

8. Menjaga kesehatan

Kerap rajin berpuasa akan membuat tubuh semakin sehat. Sudah banyak para pakar medis menyatakan hasil riset bahwa shaum sangat bermanfaat bagi kesehatan tubuh.
Apa saja sih manfaatnya?

Berikut list-nya:

1. Menurunkan berat badan
2. Meningkatkan kesehatan kardiovascular
3. Mempercepat metabolisme tubuh
4. Menurunkan tekanan darah
5. Menurunkan gula darah
6. Memperbaiki fungsi otak
7. Membuang lemak
8. Membersihkan kulit dan mencegah jerawat
9. Meningkatkan system kekebalan tubuh
10. Bikin awet muda dan bikin panjang umur

Dan masih banyak lagi manfaat shaum terhadap kesehatan. Namun kesehatan adalah efek samping dari menjalankan puasa. Niat berpuasa karena Allah Ta'ala tetap yang paling utama.

KULTUM
02-05-2020

Judul : 8 Keutamaan dan Manfaat Shaum
Pemateri : Siti Aminah Fasil 8 HOTS

MasyaaAllah...begitu besarnya keutamaan dan manfaat dari shaum yang kita kerjakan. Maka, harus dengan cara apalagi Allah tunjukkan ke-Maha Rahman dan Rahiimnya Allah atas hamba-hambaNya. Seringkali diri merasa, bahwa syari'at yang Allah tetapkan seolah mengekang kebebasan diri untuk menjalani kehidupan di dunia ini. Padahal, semua demi kebaikan hamba_Nya kelak di kehidupan yang sesungguhnya yaitu AKHIRAT.

Semoga ibadah shaum yang kita kerjakan di bulan Ramadhan ini, ataupun ibadah shaum yang kerap dikerjakan di luar bulan Ramadhan, kelak menjadi syafa'at bagi hamba-hamba yang menjalaninya karena Allah Ta'ala semata. dan semoga kita senantiasa dimampukan untuk menjalaninya...aamiin yaa Rabbal'alamiin.


Tasikmalaya, 04 Mei 2020

Sabtu, 02 Mei 2020

RAMADHAN KREATIF

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Ramadhan Mubarak


Tak terasa, sudah hari ke delapan di bulan penuh berkah dan ampunan ini. Sudah sejauh mana diri melangkah dan menikmatinya? Adakah peningkatan ibadah ataukah sebaliknya? Anteng dengan urusan duniawi ataukah urusan ukhrawi? 😌
Astaghfirullah...masih asik, anteng dengan urusan duniawi.

Suasana Ramadhan kali ini memang masih dalam sikon pandemi Covid-19 dan aku juga masih disibukkan dengan kerja yang belum diberi kesempatan untuk #dirumahaja a.k.a libur panjang, hanya hari Ahad dan qadarullah 1 Mei diberi kesempatan untuk #dirumahaja...alhamdulillah ^.^
Dan sekarang sudah memasuki Jum'at kedua dari sejak shaum dimulai.

Senang-senang gimana gitu kalau ada kesempatan #dirumahaja. Satu sisi, ada kerjaan rumah yang harus diselesaikan seperti setumpuk cucian, baju setrikaan atau menemani buah hati yang kadang ada keinginan untuk pergi keluar. Sisi lain sebenarnya, cuma ingin selonjoran sambil menikmati camilan atau berselancar medsos tanpa harus terganggu dengan hal lain..intinya ingin bermalas-malasan😄😄.
Tapi nyatanya gak bisa itu malas-malasan 😦😕. Dan syukuri saja waktu yang ada.

Satu hari ada keinginan makanan camilan yang tak biasa, akhirnya ada ide untuk bikin sesuatu. Roti tawar goreng isi keju. Ini gampang banget bikinnya. Bahannya juga gak ribet dan gampang didapat. Sudah jauh-jauh hari dipersiapkan, dan akhirnya hari Ahad pun tiba ^.^.

Bahan yang harus disiapkan untuk *Roti Tawar Goreng Isi Keju* :

Roti tawar segi empat kurleb 10 buah
Keju (merk bebas) diparut atau dipotong kecil-kecil
Telur 1 butir dikocok
Tepung roti
Minyak untuk menggoreng

Cara membuat :

1. Buang sisi-sisi roti tawar, lalu pipihkan roti tawar tersebut dengan gelas/botol kaca.
2. Simpan potongan/parutan keju ditengah roti tawar yg sudah dipipihkan, lalu lipat, boleh bentuk segitiga atau memanjang.
3. Tekan sisi-sisi lipatan roti tawar dengan ujung garpu agar melekat.
4. Celupkan pada telur yang sudah dikocok.
5. Gulingkan pada tepung roti/tepung panir.
6. Gorengkan hingga terlihat kuning cantik.

Note : boleh langsung goreng atau disimpan dulu di lemari es agar tepung rotinya melekat kuat dan isian pun bisa sesuaikan dengan selera😊

Taraaaa...hasilnya...seperti iniiii



Gampang kan ya dan murmer tentunya.
Dan yang pasti keluarga juga seneng, nyatanya langsung habiiiiis😁😁
Biar menambah selera, untuk coel-coelnya bisa ditambahkan saus atau mayones ya buibu, mba-mba😊.

Ramadhan juga insyaaAllah bisa lebih produktif dan kreatif dengan alternatif lain. Semisal meski hanya dengan selonjoran #dikasuraja saat ada kesempatan #dirumahaja, ada beberapa hal yang bisa diselesaikan.

Antara lain :

1. Nulis untuk bahan BW
2. Baca buku-buku Islami
3. BW droplink sahabat-sahabat shalehah
4. Menyelesaikan hanca tilawah ODOJ
5. Murajaah hafalan ODOA

InsyaaAllah...barakallah

semangaaaadh💪💪
Semoga Allah mudahkan untuk setiap niat kebaikan yang kita rencanakan...aamiin yaa mujiibassailiin 🙏


Tasikmalaya, 01 Mei 2020

Sabtu, 25 April 2020

MEDSOS Ooohhh MEDSOS

Haaaiii
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Bismillah

Tak terasa, sudah kesekian puluhnya aku menulis di blog ini, banyak hal yang aku tulis walaupun dari segi bahasa dan cara penyajian masih jauh dari sempurna. Secara aku menulis sekadar menumpahkan pikiran yang seringkali tak bisa dibendung dengan segala narasi pikiran yang terbentuk.
Dan aku bukan termasuk yang pandai dalam berkomunikasi juga, jadi kadang jadi minder untuk menuangkan kata-kata.

Baiklah...sudah pukul 22.07

Kita mulai bercerita tentang medsos.
Siapa sih yang tidak mengenal medsos atau sosmed sekarang ini?
Media Sosial dengan bermacam ragam aplikasi yang ditawarkan dan dengan peruntukannya masing-masing berbeda. Secara sejak aku kenal medsos, ada beberapa catatan tentang medsos itu sendiri. Ada banyak aplikasi medsos yang aku kenal, disini aku tak akan jelaskan secara detil aplikasi medsos yang aku tahu. Secara, referensinya belum aku punya.

Berikut listnya:

1. Facebook (FB)
2. Friendster
3. Foursquare
4. Wechat
5. Michat
6. Path
7. Instagram (IG)
8. Twitter

8 aplikasi tersebut diatas, semuanya sudah aku coba. Manfaat dan madharatnya sudah juga aku rasakan. Aku sendiri kenal medsos pertama kali saat kerja. Ya jujur saja...sebagai bagian dari golongan orang yang tidak begitu berlebih...masih bisa menikmati telpon umum pun, itu sudah sesuatu banget. Atau bisa memiliki telpon genggam masa itu, adalah sesuatu yang membuat aku merasa jadi prestisius gitu😄

Saat itu, medsos yang aku kenal pertama kali adalah Facebook atau lebih sering kita sebut singkat yaitu FB. Tapi saat itu, tidak serta merta aktif berinteraksi dalam FB, secara dunia kerja masih lebih butuh perhatian dan aku juga masih gaptek banget dan masih harus belajar berkomunikasi, mengeluarkan pendapat, ide atau opini. Padahal kerjaku saat itu dibidang broadcast/peradioaan. Tapi masih saja aku merasa terganjal dalam urusan komunikasi. Dan pastinya belum didukung oleh alat penunjang yaitu hape, jadi untuk membuka aplikasi tersebut harus lewat komputer. Sementara pekerjaan saja masih menyita. Saking seringnya tak terjamah, bahkan beberapa kali harus ganti akun karena lupa password😄

Sampai akhirnya aku pindah kerja dan setidaknya ada fasilitas yang lebih baik, maka petualanganku di dunia internet pun bertambah. Hampir lama mengenal FB, lalu akhirnya mengenal aplikasi yang lain seperti Friendster, Foursquare, Path dan semua yang ada di list, meski usianya tidak semuanya berlangsung lama. Yang hampir bertahan sampai sekarang adalah FB, IG dan Twitter.

Semua aplikasi yang ada tentunya ada nilai plus minusnya. Selama aku menikmati fasilitas tersebut, tentu saja setelah melalui berbagai kejadian dan akhirnya banyak pertimbangan, ada hal-hal yang memang perlu untuk disortir, diperbaiki dan diminimalisir dampak dari penggunaan medsos ini. Pastinya ini berkaitan pula dengan perjalanan hijrahku, niat dan tujuan hidupku kedepannya.

Selalu seru kalau menyimak semua perkembangan dunia, termasuk di medsos. Bagaimana orang-orang berprilaku dalam menggunakan medsos, pastinya ini bisa kita ambil pelajaran apapun yang kita baca mengenai postingan mereka.
Sudah tentu, tiap orang punya caranya sendiri dalam bercerita atau memposting apa yang mereka mau. Secara aplikasi yang ada memang disiapkan untuk itu. Terlepas dari niat dan tujuan mereka. Pastinya ada pro kontra terkait apa yang orang-orang lakukan dalam bermedsos. Sebagian orang ada yang vocal terhadap pemerintah, mereka berani tampil untuk menyuarakan kebenaran yang bisa jadi sebenarnya ada yang merasa terwakili dengan postingan mereka yang vocal tersebut. Sebagian lagi, ada yang bernyali besar untuk speak up terkait kejadian tidak menyenangkan yang mereka alami, baik berawal dari dunia medsos dan lalu berlanjut ke real life. Ada sebagian pula yang menggunakan medsos sebagai sarana untuk menyalurkan hobinya, semisal fotography. Ada pula yang menjadikan medsos sebagai tempat sambat-sambat segala keresahan. Walau kadang kita temui juga mereka yang menggunakan medsos sebagai jalan untuk mengadu domba, menyebarkan berita-berita hoax yang tidak bertanggungjawab, menyebarkan kebencian hanya karena ada perbedaan pendapat atau beda pilihan. Saling serang dan perang opini, yang kadang bagi aku yang awam, hal tersebut memang agak miris saat membacanya.
Yang perlu diingat, kita tidak bisa menyetir atau mengatur apa yang orang-orang posting. Apalagi jika harus sesuai keinginan kita yang menjadi bagian penikmat medsos. Pastinya akan ada dampak dari apa yang terjadi dengan adanya respon dari yang lain misalnya. Banyak kejadian tak menyenangkan berawal dari cara respon orang-orang dalam bermedsos, setidaknya kita bisa mengambil pelajarannya jika kita merasa dampak apapun yang terjadi atas respon postingan tersebut ternyata melenceng dari jalur kebaikan.
Atau setidaknya, kita bisa memilih memilah, mana bagian-bagian yang bisa membuat kita merasa nyaman atau tidak. Dan tentu saja, berusaha menjaga dan mengendalikan diri agar bisa tetap berada di jalur kebaikan dan kebenaran, setidaknya demi kenyamanan hati dan kewarasan pikir 😊.

Apapun pilihan kita dalam menggunakan sarana teknologi internet terutama medsos, tentunya nanti konsekuensinya akan kembali pada diri masing-masing. Semestinya, sebelum menggunakan medsos apapun, sebelum diri memposting atau mereply apapun postingan, perlu diri ingat tentang hadits yang satu ini.


 .عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

Artinya: “Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia mengatakan yang baik atau hendaklah ia diam.” (H.R. Bukhari)

Dan firman Allah yang juga menjelaskan,
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

Artinya: “Tiada suatu kalimat pun yang diucapkan melainkan ada di dekatnya malaikat pengawas yang selalu hadir.” (QS Qaf [50]: 18).

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَــــيْرًا أَوْ لِيَـصـــمُــتْ

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/72224/berkatalah-yang-baik-atau-diam-saja

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَــــيْرًا أَوْ لِيَـصـــمُــتْ “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” [HR Bukhari]

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/72224/berkatalah-yang-baik-atau-diam-saja
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَــــيْرًا أَوْ لِيَـصـــمُــتْ “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” [HR Bukhari]

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/72224/berkatalah-yang-baik-atau-diam-saja
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَــــيْرًا أَوْ لِيَـصـــمُــتْ “Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata yang baik atau diam.” [HR Bukhari]

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/72224/berkatalah-yang-baik-atau-diam-saja
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَــــيْرًا أَوْ لِيَـصـــمُــتْ

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/72224/berkatalah-yang-baik-atau-diam-sa
Subhanallah...yang terjadi, malah diri kadang kebablasan, saking seringnya keasikkan ketika berselancar di medsos, terlebih jika sudah ada lawan bicara, saling reply dalam postingan masing-masing. Dan padahal diri tahu, ada pertanggungjawaban di akhirat kelak atas apapun yang diri lakukan  di dunia...besar ataupun kecil termasuk urusan perkataan, baik lisan maupun berupa tulisan, dan Allah Maha Mengetahui sekecil apapun, baik yang tersembunyi ataupun yang terucap jelas.
Astaghfirullah 😟

Dan bismillah...selama bulan Ramadhan ini, aku berhenti dulu dari medsos yang akhir-akhir ini lebih intens aku sambangi (Twitter). Karena memang aku merasa terlalu banyak waktu tersita ketika berselancar di Twitter. Kadang bisa sampai larut malam asik bermain, entah sekadar membaca postingan orang-orang dan lalu mereply-nya hingga asik ngobrol, atau juga sengaja menumpahkan setiap kata yang asik menari-nari dikepalaku 😄.
Sementara itu, godaan yang sangat real adalah...ketika berinteraksi sesama rekan kerja di kantor. Tentunya ini jadi peer yang lumayan banget menantang. Karena intesitas bertemunya yang setiap hari kecuali Ahad, dan interaksinya yang lumayan padat selama hampir 9 jam. Pastinya akan banyak hal yang menjadi topik perbincangan. Entah tentang pekerjaan itu sendiri, hingga semua yang berkaitan dengan pekerjaan tersebut.

Semoga Allah mampukan aku khususnya, untuk senantiasa menjaga lisan dan perbuatan dalam keseharian terutama dalam bermedsos....aamiin insyaaAllah.
Bismillah


Tasikmalaya, 25 April 2020


وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَــقُلْ خَــــيْرًا أَوْ لِيَـصـــمُــتْ

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/72224/berkatalah-yang-baik-atau-diam-saja


Kamis, 09 April 2020

KEBERSIHAN TANGGUNGJAWAB BERSAMA

KEBERSIHAN TANGGUNGJAWAB BERSAMA





Selalu ada dua sisi

Yang satu membuang
Yang lain memunguti

Yang satu mengotori
Yang lain membersihkan

Begitulah hidup...ibarat koin atau mata uang, ada dua sisi yang tampak.

Menikmati sebagian waktu dengan olahraga atau jalan-jalan, ternyata banyak hal yang bisa kita pelajari dan kita cermati bagaimana orang-orang berprilaku di tempat-tempat publik.
Zaman yang semakin canggih, tidak serta merta menjadikan pola pikir juga ikutan canggih, malah kadang seringkali mundur.
Meski tidak semua orang berprilaku begitu.
Ada yang dengan nalarnya yang masih sehat, mereka berpikir jauh kedepan tentang masa depan "RUMAH KITA" yang kelak akan diserahkan pada generasi berikutnya.

Salah satu contoh saja mengenai prilaku manusia yang sepertinya sepele tapi bisa berdampak besar nantinya.
Budaya membuang sampah.
Masih saja ada yang dengan seenaknya membuang sampah tidak pada tempatnya. Apalagi kalau lihat yang buang sampah dari dalam kendaraan, tinggal lempar begitu saja. Kadang suka ngenes aja lihatnya. Belum lagi jika yang dibuangnya adalah puntung rokok, yang selain mengotori jalan, abunya yang kadang masih nyala, juga bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Suka pengen teriak deh...
"woooyyy...ini jalan bukan asbak!!!"
...aahh tapi, ya sudahlah, apa boleh buat, cuma bisa gigit jari doang.
Jadi heran, apa sebenarnya yang ada dibenak pikiran mereka yang seenak udelnya buang sampah tidak pada tempatnya.

Hmmm...jangan sampai deh berpikir bahwa ada petugas kebersihan dan lalu bernarasi "lalu buat apa mereka digajih...kan buat jaga kebersihan...sapu-sapu sampah"
Ya gak gitu juga...mereka sadar koq kalau pekerjaan mereka yang memang bersih-bersih, sapu-sapu sampah.
Nah coba kita pikir deh...saat mereka bekerja dijalanan...dan mereka sudah selesai melaksanakan sebagian tugasnya, waktunya untuk istirahat dulu, makan dulu atau shalat dulu.
Lalu kita dengan seenaknya buang bekas makanan dengan sembarangan. Sedetik berharga ketika mereka hendak melepas lelah sejenak sekadar untuk mengisi perut misalnya.

"Ya tapi kan belum tentu juga mereka sebagai petugas kebersihan melakukan hal yang sama ketika libur bertugas, siapa tahu sama suka buang sampah sembarangan"
Heeiiii...mengapa harus mikir dan berprasangka tentang orang lain untuk mendidik diri jadi lebih baik.
Jangan berpikir tentang orang lain yang kita sendiri tidak tahu telah melakukan hal diluar kebiasaan yang baik atau tidak. Tapi ketika kita melihatnya demikian, maka jadikanlah sebagai bahan introspeksi, rubahlah kebiasaan itu dari diri kita sendiri dulu. Atau jika memang mampu untuk mengingatkan, ya cobalah ingatkan dengan cara yang baik.

Bukankah kita sering mendengar bahwa "Kebersihan itu sebagian dari Iman" (hadits dhaif. Maknanya shahih (benar))
Dan Allah juga mencintai keindahan dan kebersihan.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الجَمَالَ

“Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan –pen).”  (HR. Muslim no.91)

Dalil lainnya adalah firman Allah Ta’ala,

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

“Dan pakaianmu, maka bersihkanlah.” (QS. Al Mudatsir [74] : 4)

Kapan lagi kita merubah kebiasaan kita jika bukan dimulai dari sekarang, detik ini, saat ini dari diri sendiri dulu dan mulai dari hal kecil.

Misal jika kita punya rencana untuk jalan-jalan atau berkunjung ke area publik, baiknya kita siapkan kantong plastik kecil, untuk jaga-jaga jika di tempat yang kita kunjungi fasilitas pembuangan sampah agak susah ditemukan (hmmm...ini mah misal ya 😊), maka ketika bungkus bekas makanan bisa kita simpan dulu pada kantong plastik yang kita bawa...simple kan?!

Naaah...sekarang sudah mulai memasuki musim penghujan.
Yuuuk...jaga kebersihan.
Mulai buang sampah pada tempatnya dimanapun berada.
Semoga kita semua bisa melakukan kebaikan-kebaikan yang dampaknya bukan hanya untuk kita sendiri tapi untuk semua generasi-generasi berikutnya.


Tasikmalaya, 09 April 2020