Selalu ada dua sisi
Yang satu membuang
Yang lain memunguti
Yang satu mengotori
Yang lain membersihkan
Begitulah hidup...ibarat koin atau mata uang, ada dua sisi yang tampak.
Menikmati sebagian waktu dengan olahraga atau jalan-jalan, ternyata banyak hal yang bisa kita pelajari dan kita cermati bagaimana orang-orang berprilaku di tempat-tempat publik.
Zaman yang semakin canggih, tidak serta merta menjadikan pola pikir juga ikutan canggih, malah kadang seringkali mundur.
Meski tidak semua orang berprilaku begitu.
Ada yang dengan nalarnya yang masih sehat, mereka berpikir jauh kedepan tentang masa depan "RUMAH KITA" yang kelak akan diserahkan pada generasi berikutnya.
Salah satu contoh saja mengenai prilaku manusia yang sepertinya sepele tapi bisa berdampak besar nantinya.
Budaya membuang sampah.
Masih saja ada yang dengan seenaknya membuang sampah tidak pada tempatnya. Apalagi kalau lihat yang buang sampah dari dalam kendaraan, tinggal lempar begitu saja. Kadang suka ngenes aja lihatnya. Belum lagi jika yang dibuangnya adalah puntung rokok, yang selain mengotori jalan, abunya yang kadang masih nyala, juga bisa membahayakan pengguna jalan lainnya. Suka pengen teriak deh...
"woooyyy...ini jalan bukan asbak!!!"
...aahh tapi, ya sudahlah, apa boleh buat, cuma bisa gigit jari doang.
Jadi heran, apa sebenarnya yang ada dibenak pikiran mereka yang seenak udelnya buang sampah tidak pada tempatnya.
Hmmm...jangan sampai deh berpikir bahwa ada petugas kebersihan dan lalu bernarasi "lalu buat apa mereka digajih...kan buat jaga kebersihan...sapu-sapu sampah"
Ya gak gitu juga...mereka sadar koq kalau pekerjaan mereka yang memang bersih-bersih, sapu-sapu sampah.
Nah coba kita pikir deh...saat mereka bekerja dijalanan...dan mereka sudah selesai melaksanakan sebagian tugasnya, waktunya untuk istirahat dulu, makan dulu atau shalat dulu.
Lalu kita dengan seenaknya buang bekas makanan dengan sembarangan. Sedetik berharga ketika mereka hendak melepas lelah sejenak sekadar untuk mengisi perut misalnya.
"Ya tapi kan belum tentu juga mereka sebagai petugas kebersihan melakukan hal yang sama ketika libur bertugas, siapa tahu sama suka buang sampah sembarangan"
Heeiiii...mengapa harus mikir dan berprasangka tentang orang lain untuk mendidik diri jadi lebih baik.
Jangan berpikir tentang orang lain yang kita sendiri tidak tahu telah melakukan hal diluar kebiasaan yang baik atau tidak. Tapi ketika kita melihatnya demikian, maka jadikanlah sebagai bahan introspeksi, rubahlah kebiasaan itu dari diri kita sendiri dulu. Atau jika memang mampu untuk mengingatkan, ya cobalah ingatkan dengan cara yang baik.
Bukankah kita sering mendengar bahwa "Kebersihan itu sebagian dari Iman" (hadits dhaif. Maknanya shahih (benar))
Dan Allah juga mencintai keindahan dan kebersihan.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ اللهَ جَمِيلٌ يُحِبُّ الجَمَالَ
“Sesungguhnya Allah itu Maha Indah dan menyukai keindahan (termasuk kebersihan dan kerapihan –pen).” (HR. Muslim no.91)
Dalil lainnya adalah firman Allah Ta’ala,
وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ
“Dan pakaianmu, maka bersihkanlah.” (QS. Al Mudatsir [74] : 4)
Kapan lagi kita merubah kebiasaan kita jika bukan dimulai dari sekarang, detik ini, saat ini dari diri sendiri dulu dan mulai dari hal kecil.
Misal jika kita punya rencana untuk jalan-jalan atau berkunjung ke area publik, baiknya kita siapkan kantong plastik kecil, untuk jaga-jaga jika di tempat yang kita kunjungi fasilitas pembuangan sampah agak susah ditemukan (hmmm...ini mah misal ya 😊), maka ketika bungkus bekas makanan bisa kita simpan dulu pada kantong plastik yang kita bawa...simple kan?!
Naaah...sekarang sudah mulai memasuki musim penghujan.
Yuuuk...jaga kebersihan.
Mulai buang sampah pada tempatnya dimanapun berada.
Semoga kita semua bisa melakukan kebaikan-kebaikan yang dampaknya bukan hanya untuk kita sendiri tapi untuk semua generasi-generasi berikutnya.
Tasikmalaya, 09 April 2020







