Jumat, 27 Maret 2020

MANUSIA vs CORONA





Bismillah

Di tengah mewabahnya penyakit CORONA yang disebabkan oleh salah satu virus yang bernama "COVID-19", banyak hikmah dan ibrah yang bisa kita ambil dari kejadian wabah pandemik ini.

Subhanallah...
Setidaknya ini semakin memberi kesadaran pada saya, bahwa Allah Maha BerKehendak atas apapun. DIA Maha Kuasa diatas segala Kuasa yang tak sepatutnya disombongkan oleh "siapapun" yang disebut "manusia".
Yang berhak sombong itu hanya Allah.

Setidaknya ada beberapa hal yang bisa saya ambil menjadi pelajaran banget.

1. Membuat kesadaran akan kebersihan jadi lebih diperhatikan.Yang biasanya tak acuh, cuek pada cuci tangan karena dianggap hal sepele, sekarang jadi lebih aware.

2. Anak jadi bisa lebih diperhatikan karena ada #dirumahaja. Terlepas dari semua/sebagian yang menyambut gembira cara ini. Bapak kerja dirumah, Ibu shopping dirumah, anak pun belajar dirumah...kembali kumpul tapi tetap harus jaga jarak ya. Bagi sebagian yang belum bisa untuk #dirumahaja, semoga Allah limpahkan penjagaan dan perlindunganNya...aamiin

3. Adanya social distancing...jaga jarak aman..kayak jarak mobil ke mobil biar tak ada benturan kalau tetiba ada rem mendadak..ehh nyambung gak sih ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€
Setidaknya ini membuat semakin intense-nya kita dengan Allah, banyak dzikir, beristighfar dan semakin dekat secara personal...ya secara personal, karena kita semakin punya banyak waktu mengadu dan bercerita sendiri2...setidaknya itu yang saya tangkap dari social distancing yang sekarang sedang diupayakan.

Dan pastinya masih banyak ibrah lainnya yang bisa diambil dari situasi sekarang.
Tak bisa dipungkiri, situasi sekarang ini pastinya jadi perhatian besar semua pihak, tidak terkecuali. Dan semua orang pada akhirnya beropini terlepas dia ahli atau bukan atau sekadar diembel-embeli "katanya" sampai termakan hoax ini itu yang berseliweran misal (ini yg bahaya).๐Ÿ˜”๐Ÿ˜”

Bagi saya sebagai kaum buruh walau sekarang lebih dikenal dengan istilah karyawan swasta, bukan berarti tidak kepikiran dengan sikon sekarang ini. Ada hal yang memang tidak bisa dipungkiri menjadi dilema yang entah akan berujung seperti apa. Adanya himbauan WFH (work from home) atau #dirumahaja bukanlah hal buruk tapi bisa jadi juga bukan pilihan yang tepat bagi sebagian orang terlebih yang hidupnya menggantungkan hasil dari ikhtiar harian.

Tidak semua orang memiliki kemampuan hidup yang layak atau berlebih. Dan tidak semua orang juga mempunyai sense of humanity yang sama...dilema. Kita tidak bisa menutup diri dari keadaan tersebut.

Tak ingin berpanjangan beropini diluar kapasitas saya. Opini-opini yang berkembang di berbagai sosial media, pastinya patut saya saring sebelum di sharing lagi. Bahkan untuk menjaga kesejahteraan hati saya pribadi, saya memilih #lockdown sementara akun saya di medsos yang gampang diakses oleh manusia sebumi ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Yang pasti apa yang terjadi ada banyak hikmah yang bisa diambil.
Allah Maha Baik...menimpakan sesuatu tidak diluar batas kemampuan hamba_Nya.
Semoga Allah limpahkan kesabaran pada kita semua dalam keyakinan di jalan_Nya.
Dan semoga semua yang terjadi segera berlalu...aamiin yaa mujiibassailiin.


Tasikmalaya, 27 Maret 2020

Jumat, 20 Maret 2020

TERUNTUK YANG PERNAH TERLUKA


TERUNTUK YANG PERNAH TERLUKA




Berterima kasihlah pada cinta
Karena cinta kamu mengenal dia
Karena cinta kamu mengenal apa itu perhatian
Karena cinta kamu mengerti apa itu kasih sayang
Karena cinta, kamu memahami apa arti berbagi dan kebersamaan


Berterima kasihlah pada luka
Karena luka telah mengajarkan
Untuk tak berharap lebih kepada selainNya
Karena luka kamu tahu arti cinta sesungguhnya
Karena luka kamu belajar untuk lebih mengenal DIA (Allah)

Berterima kasihlah pada dia
Karena dia, kamu mengenal keluarga
Karena dia, kamu mengenal teman-temannya
Karena dia, kamu mengenal dunia baru
Dan karena dia, kamu mengenal dunianya

Berterima kasihlah pada Allah
Karena Allah telah pertemukanmu dengan dia
Karena Allah telah mengenalkanmu dengan cinta
Dan karena Allah telah menguatkanmu dengan luka

Untuk yang pernah terluka...selalu ada hikmah dibalik setiap peristiwa
Bersabar dan bersyukurlah ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š


Tasikmalaya, 18 Maret 2020

Kamis, 20 Februari 2020

SABAR & SYUKUR




Bismillah


Rasanya..tak pernah habis terkikis, ketika bicara tentang sabar dan syukur. Selagi masih diberi hidup di dunia ini, sabar dan syukur patutlah menjadi menu wajib setiap waktu, meski dalam prakteknya dibutuhkan perjuangan dan tekad yang kuat.

Bukan tidak mungkin...ketika diri mencoba bersabar, ternyata tak bisa bersabar. Nyatanya...pada prakteknya dibutuhkan kesabaran untuk bisa dan terus belajar sabar. Bukanlah sabar jika masih ada dongkol, misuh-misuh, bibir manyun-manyun, jamedud, jubras jebris...ngageremet hate (Sunda beeet ๐Ÿ˜๐Ÿ˜) setiap kali diri berbenturan dengan kejadian yang tak sesuai harapan.

Yang padahal, diri sangat sadar, bahwa sabar menjadi bagian ikhtiar diri dari menghadapi segala permasalahan hidup. Selalu ada hikmah dari setiap sabar yang dijalani. Sabar adalah bagian dari ketenangan diri. Bagaimana bisa sabar bila hati tidak tenang. Sabar adalah harapan tertinggi pada Sang Maha Cinta. Bagaimana diri berharap akan limpahan cinta_Nya

Allah SWT berfirman:

ูŠٰุۤงَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠْู†َ ุงٰู…َู†ُูˆุง ุงุณْุชَุนِูŠْู†ُูˆْุง ุจِุง ู„ุตَّุจْุฑِ ูˆَุง ู„ุตَّู„ٰูˆุฉِ ۗ ุงِู†َّ ุงู„ู„ّٰู‡َ ู…َุนَ ุงู„ุตّٰุจِุฑِูŠْู†َ

"Wahai orang-orang yang beriman! Mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan sholat. Sungguh, Allah beserta orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: Ayat 153)

Begitu besarnya hikmah dari bersabar...yaitu adanya kebesertaan Allah bersama orang-orang sabar.
Namun pada faktanya...diri masih saja belum mampu sepenuhnya untuk bersabar ๐Ÿ˜Œ

Begitupun dengan kebersyukuran...rasanya, patutlah bersyukur, ketika diri bisa mengucap "alhamdulillah"...manakala mendapat segala nikmat dan karuniaNya yang tak terbatas...hmm
Namun semestinya...bukanlah kenikmatan yang membuat diri merasa senang dan bahagia saja yang patut diri syukuri, bisa jadi setiap hal yang menurut diri musibah adalah justru ada kenikmatan tersembunyi yang Allah hadirkan didalamnya hanya saja diri tak pernah tahu maksud sesungguhnya atas segala kejadian yang Allah hadirkan dalam hidup ini...maka hal itu pula patutlah dijadikan kebersyukuran.

Allah SWT berfirman:

ุนَุณَู‰ ุฃَู†ْ ุชَูƒْุฑَู‡ُูˆุง ุดَูŠْุฆًุง ูˆَู‡ُูˆَ ุฎَูŠْุฑٌ ู„َูƒُู…ْ ูˆَุนَุณَู‰ ุฃَู†ْ ุชُุญِุจُّูˆุง ุดَูŠْุฆًุง ูˆَู‡ُูˆَ ุดَุฑٌّ ู„َูƒُู…ْ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูŠَุนْู„َู…ُ ูˆَุฃَู†ْุชُู…ْ ู„ุง ุชَุนْู„َู…ُูˆู†َ (ูขูกูฆ)

“...Boleh jadi, kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu. Allah yang paling mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (QS. Al-Baqarah:216)

Apalah yang harus dikeluhkan?
Sebegitu tak terhitungnya nikmat Allah yang telah diri dapatkan, bahkan mulai dari saat masih dalam kandungan sang Bunda. Seringkali diri merasa, bahwa apa yang sesuai dengan keinginan diri adalah hal yang harus disyukuri dan merupakan nikmat dari Allah. Sementara ketika ada hal yang tidak sesuai dengan keinginan diri, maka yang keluar adalah keluhan demi keluhan dan dianggap sebagai musibah. Astaghfirullah ๐Ÿ˜Œ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข
Sejatinya dengan bersyukur, justru akan membuka pintu atau jalan untuk nikmat yang lain.

Allah SWT berfirman:

ูˆَุงِุฐْ ุชَุงَุฐَّู†َ ุฑَุจُّูƒُู…ْ ู„َุฆِู†ْ ุดَูƒَุฑْุชُู…ْ ู„َุงَุฒِูŠْุฏَู†َّู€ูƒُู…ْ ูˆَู„َุฆِู†ْ ูƒَูَุฑْุชُู…ْ ุงِู†َّ ุนَุฐَุง ุจِูŠْ ู„َุดَุฏِูŠْุฏٌ

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat." (QS. Ibrahim: Ayat 7)

Apapun kejadian..yang telah Allah tetapkan, sudah semestinya patut juga diri syukuri. Setidaknya karena sampai detik ini, diri masih menikmati dunia...menghirup nafas dengan cuma-cuma dan jikapun memang ada hal-hal yang terjadi tidak sesuai dengan harapan, nyatanya diri mampu melaluinya.

Sabar dan syukur itu saling bertautan.
Semestinya mampu beriringan diterapkan dalam keseharian...semoga.
Yaa Allah...semoga diri termasuk orang yang sentiasa bersabar dan bersyukur akan segala karuniaMu...insyaaAllah.

Wallahu'alam bishshawab

Tasikmalaya, 20-02-2020

Rabu, 29 Januari 2020

Hidup Tak Selalu Mulus






HIDUP TAK SELALU MULUS

Dalam hidup...tak selalu berjalan mulus dan lurus
Ada kalanya tikungan tajam menunggu didepan
Turunan dan tanjakan terbentang dihadapan
Kadang harus berhenti sejenak
Lalu ambil nafas dan kembali bergerak

Ada beberapa hal yg membuat diri memendam amarah
Ada beberapa hal yg membuat diri merasa trauma
Dan ada beberapa hal yg membuat diri berpikir ulang

Butuh waktu untuk meredakan
Butuh waktu untuk menyesuaikan
Butuh waktu untuk melepaskan
Semuanya terjadi...biidznillah
Meski semua itu adalah bagian dari pilihan

Tak semua orang akan paham
Karena tak semua orang mesti tahu keadaan
Apa yang dirasakan
Meski mungkin ada persangkaan

Ada bagian episode yg bisa dibagi cerita dan belajar bersama oranglain
Dan ada bagian episode lain yg bisa dibagi berbisik dan bermanja hanya dengan Allah

Pergolakan batin...kekalutan
Menahan rasa...menyamarkan
Mengafirmasi diri...mensugesti diri
Jadi bagian dalam perjalanan

Saat orang lain sibuk berjuang bertemu dengan orang penting
Dan sebagian lagi sibuk bertemu Allah dalam kekhusyu'an
Saat itu ada juga sebagian yg masih sibuk bertemu dengan dirinya sendiri
Berbincang bahkan berdebat dengan dirinya sendiri



Tasikmalaya, 29 Januari 2020

Selasa, 28 Januari 2020

All About Bengkel Diri


All About Bengkel Diri




Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh


Haiii...jumpa lagi disini ya, setelah sekian lama absen.
hmmm...terakhir nulis kapan ya?! ah sudahlah lupakan...^^

Tak terasa bulan Januari di 2020 sudah hampir usai, dan kelas Bengkel Diri pun hampir usai.
Eh iya...apa itu Bengkel Diri?

Sedikit cerita tentang Bengkel Diri.
Saya sendiri tahu Bengkel Diri dari postingan teman di IG-nya. Saat itu saya langsung tanya-tanya apa itu Bengkel Diri.
Awalnya saya masih ragu-ragu, karena khawatir jadwal masuk kelasnya tabrakan dengan jam kerja. Rasanya kurang afdol kalau menyimak materi tidak pada saat jadwal kelas berlangsung dan kalaupun bisa disimak di luar jadwal masuk kelas, saya pikir takutnya malah nanti jadi malas, akhirnya peer numpuk.
Setelah merasa cukup dengan segala penjelasan teman, akhirnya...Bismillah saya putuskan untuk gabung dan mulai masuk kelas di Level 1 itu sekitar akhir bulan Agustus 2019.

Setiap perjalanan
Akan bermuara pada pulang
Dan lalu
Bagaimana pilihan kita untuk pulang
Apakah berharap pulang dengan selamat
Ataukah sebaliknya

Alhamdulillah....senang rasanya bisa gabung di Kelas Bengkel Diri ini. Setelah kurang lebih 4 bulan gabung dari mulai Level 1 sekarang berada di level 2, terasa sekali manfaatnya.
Saya merasa Bengkel Diri ini menjadi wadah untuk terus menimba ilmu dan terus bergerak, bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Terutama untuk saya pribadi yang benar-benar merasa fakir ilmu dan hanya punya waktu yang sedikit disela-sela kesibukkan sebagai karyawati perusahaan swasta. Secara kalau hari ahad, hampir waktunya berasa masih kurang kalaupun bisa hadir di sebuah kajian.

Subhanallah...bersama Bengkel Diri ini, saya benar-benar merasa sedang membengkel diri yang setelah sekian lama hidup dengan mengaku sebagai seorang Muslimah, tetapi ternyata belum bisa berprilaku layaknya seorang Muslimah sesuai syari'at Allah...astaghfirullah.
Mendapatkan ilmu-ilmu yang sangat bermanfaat dari para fasilitator yang mumpuni sungguh jadi kejutan bagi saya. Banyak materi-materi yang nampol banget serasa ditampar bolbal, secara saya yang fakir ilmu ini, baru beberapa tahun terakhir ini meniti tertatih berhijrah menuju jalan pulang pada Allah Ta'ala.

Mulai dari Materi Dasar Islam...yang menggali apa itu potensi diri dan fitrah diri seseungguhnya sebagai hamba Allah.
Manajemen Emosi, bagaimana memanej emosi diri sebelum memanej emosi anak, dimana memang saya merasa emosi saya yang masih selalu naik turun, terlebih setelah segala episode hidup hitam putih yang dilalui.
Belum lagi materi Parenting...subhanallah
Saya yang sudah mempunyai anak gadis, merasa sungguh banyak tahap pengasuhan yang terlewati saat membesarkan anak.
Dan ada Kelas Psikologi...ini benar-benar jadi bahan penggalian mental illness saya
Kelas Jurnalistik dan Blogging...ini juga menarik, saya suka banget tulis menulis walau sekadar menumpahkan unek-unek, keresahan lewat sepenggal puisi mungkin atau quote-quote motivasi, lebih saya tujukan untuk diri saya pribadi.
Kelas Photography juga tidak kalah menarik...akhir-akhir ini saya lagi suka cekrak cekrek senja dan hal-hal yang menurut saya menarik.
Tahsin Club...masyaaAllah..makin menambah kecintaan untuk terus belajar membaca huruf hijahiya dengan baik dan benar. Saya masih belepotan dalam pelafalan makharijul huruf.
Ahh...pokoknya Bengkel Diri ini paket komplit beeet. Rasanya tak ingin ada pengakhiran di Kelas ini. Yaa Rabb...beri kesempatan hamba untuk terus menimba ilmu-ilmu_Mu...aamiin ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

Yang paling menyenangkan juga, di kelas Bengkel Diri ini, saya bisa berjumpa dan bertambah sahabat-sahabat shalehah meski baru via media sosial....masyaaAllah tabarakallah
Apalagi para fasilitatornya juga yang masyaaAllah tabarakalah...terima kasih banyak untuk semua ilmu-ilmu yang telah ditransferkan. Semoga berbalas kebaikan yang lebih baik.
Saya juga sangat berharap, Bengkel Diri ini terus berlanjut menjadi lingkaran kebaikan yang semakin berkembang dan terus maju. Semoga Allah meridhoi...aamiin yaa Rabbal'alamiin.

Salam cinta dan hammasah ๐Ÿ’“๐Ÿ’“๐Ÿ’“


Tasikmalaya, 28 Januari 2020


Rabu, 10 Juli 2019

KUMPULAN DIALOG SI INTROVERT

"Knp kamu begitu menikmati sunyi?"
"Ntahlah...bagiku sunyi itu ketenangan dan kedamaian, jika aku harus memilih berteman, aku lbh suka berteman dengan alam"
"Knp? Apa kamu membenci kami...manusia?"
"Tidak...aku tidak membenci siapapun...alam tidak banyak berisik kecuali jika ia terusik...alam itu apa adanya ia...tidak pernah berpura-pura dan tidak bertopeng kepalsuan dlm memberi keindahannya ๐Ÿ˜Š."
"Jadi maksudmu...manusia terlalu sering menampakkan topeng kepalsuannya drpd apa adanya?"
"Yupz...correctly...bisa jadi termasuk aku ๐Ÿ˜Š"





"Hai syantiik...kamu tau gosip terbaru si fulanah?"
"Siapa?"
"Ituuuu..yg rumahnya paling ujung dr jalan ini, yg punya pacar baru."
"Yang mana?....aku gak tau."
"Yaelaahhh...masa gak tau, makanya gahol cuuuy...ngendon mulu di kamar."
"Maaf ya zheyeeng..bukan aku gak gahol...aku jg kenal koq tetangga2 yg memang aku kenal, termasuk aku kenal kamu kaaan?!?!...terus, apa pentingnya jg buat aku harus tau gosip orang yg gak aku kenal, yg ada malah nambah dosa, ya kan?!?!? ๐Ÿ˜Š"
"Hmmm...iya iya deeeh..kamu tuh yaaa ๐Ÿ˜Š"




"Aku heran sama kamu?"
"Heran knp, apanya...memang, ada apa denganku?"
"Orang sepertimu, koq bisa-bisanya pernah jadi announcer di radio, suka nonton bola, motogp...itu kan tontonan yg berisik ๐Ÿ˜ฏ"
"Hahahaha...memang gak boleh ya aku jd announcer atau suka dengan bola atau motogp? Aku pikir saat jd announcer radio, aku gak ketemu langsung dengan audiens kan...cuap2 sendiri di ruang siaran, yang penting aku gak di suruh jd emsi di lapangan terbuka yg bnyk orang, klo aku diminta jd emsi, bisa-bisa persiapanku harus lebih lama say ๐Ÿ˜. Saat nonton bola atau motogp, aku kan gak harus berada di tempat pertandingan, aku bisa nonton sendiri di rumah sambil makan cemilan kesukaan, gak harus pula berisik, teriak-teriak salah2in pemain yg salah oper bola atau salah tendang bola...simpel kan?!?! ๐Ÿ˜Š"



"Apa kamu pernah jatuh cinta?"
"Pernah...apa orang seperti aku terlihat tidak pantas mencintai dan dicintai, begitukah?! ๐Ÿ˜Š".
"Tidak...bukan begitu maksudku. Apa yang kamu lakukan saat jatuh cinta?"
"Mendo'akannya...yang terbaik untuknya ๐Ÿ˜Š".
"Hanya itu?????"
"Jika ada kesempatan...aku katakan, jika tidak ada...yaaa aku diam...mendo'akannya ๐Ÿ˜Š".



"Capek deh ah berteman sama kamu".
"Kenapa capek?...kita kan gak lari-larian ๐Ÿ˜Š".
"Kamu banyak diamnya".
"Aku juga capek berteman sama kamu".
"Kenapa?...kita kan gak diam-diaman".
"Kamu banyak ngomongnya...aku capek dengernya ๐Ÿ˜".



"Kamu tidak berdandan?"
"Tidak...aku tidak terlalu suka berdandan...kenapa? Ada yang salahkah jika tidak berdandan?"
"Ayolaah...wanita itu sewajarnya berdandan, pakai lipstik, blush on, eyeliner, shadow... biar terlihat lebih cantik lagi ๐Ÿ˜Š".
"Jika sudah terlihat lebih cantik?"
"Orang-orang akan memujimu...dan bisa saja banyak laki-laki yang tertarik kepadamu."
"Maaf...aku tidak butuh itu...orang memuji dan laki-laki yang tertarik hanya karena aku terlihat cantik dengan berdandan...itu tidak wajar dan hanya topeng kepalsuan bukan?!?! ๐Ÿ˜Š."
"Hmmm...tidak semua seperti itu juga say ๐Ÿ˜”"
"Baiklah...tidak semua begitu...dan aku...kelak juga akan berdandan...tapi hanya untuk suamiku ๐Ÿ˜Š"



"Kamu mau tahu bagaimana rasanya ketika aku menjadi announcer radio?"
"Ya itu dia...aku penasaran, bagaimana rasanya makhluk sepertimu menjadi announcer radio ๐Ÿ˜€...menyenangkankah?"
"Hmmm...sangat menyenangkan dan menegangkan ๐Ÿ˜Œ."
"Koq bisa? Bukankah kamu menikmatinya, hingga bertahan sampai 5 tahun lamanya?! ๐Ÿ˜ฏ"
"Aku menikmati apa yang sebaliknya dari pekerjaanku sebagai announcer, dibelakang layar. Tapi ketika jadwal siaranku tiba...seketika ketegangan itu menyergap ke sekujur tubuhku. Aaah...aku harus mempersiapkan diri jauh sebelum tiba waktunya. Menyiapkan narasi kata demi kata yang harus aku susun untuk didengarkan audiens agar menarik, enak disimak dan tidak monoton."
"Sampai seperti itukah? Mungkin sih kamunya yang terlalu mendramatisir keadaan."
"Mungkin...bisa jadi aku terlalu terpengaruh pada sikap ketakutanku sendiri...takut tidak ada yang mendengarkan, lalu mematikan radionya...kan kasihan radionya ๐Ÿ˜€๐Ÿ˜€".
"๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…๐Ÿ˜…"



"Heiiii...apa yang kamu lakukan diatas atap sana?"
"Aku sedang menikmati bintang."
"Hmmm...boleh aku ikut menikmati?"
"Tidak!"
"Kenapa?"
"Maaf....aku sedang ingin menikmatinya sendiri...saat aku sudah mulai merasa bosan, kamu boleh naik untuk menikmati bersamaku ๐Ÿ˜Š."
"Baiklah...aku akan menunggu sampai kamu merasa bosan menikmatinya sendiri. Tapi kupastikan, kamu tidak akan pernah bosan untuk menikmati bintang sendirian sebagaimana biasanya ๐Ÿ˜Œ"




"Hmmm...sebenarnya aku membeli merk atau mengutamakan fungsi?"
"Hei, apa maksud gumamanmu itu?"
"Ah tidak...aku hanya bertanya sendiri, sebenarnya selama ini aku membeli barang yang aku butuhkan itu membeli merk ataukah membeli fungsi."
"Kamu ini...ada-ada saja pikirannya."
"Lah apa aku salah berpikir begitu? Aku hanya mencoba berpikir realita, selama ini aku membeli barang-barang yang aku butuhkan apakah membeli merk demi gengsi ataukah membeli karena butuh dan sesuai fungsi."
"Yang pasti jika kamu bermaksud membeli barang, sesuaikanlah dengan kebutuhan dan budget yang kamu punya. Bukankah selama ini prinsip hidup kamu begitu? ๐Ÿ˜Š"
"Ah iya...memang begitu...terima kasih telah mengingatkan aku ๐Ÿ˜€"
"Ini sih kamu ngetest aku...yaa kaaan?!?!?!"
๐Ÿ˜„๐Ÿ˜„๐Ÿ˜‰




"Apa ketakutan terbesarmu saat kematian menjemputmu?"
"Aku takut ketika kematian menjemputku...aku meninggalkan anak-anakku kelak dalam kefakiran akhlak dan agamanya ๐Ÿ˜ข."




"R U okay?"
"Hmmm....yaaa..i am okay but just a little ๐Ÿ˜Š..why?!"
"Okeee...i am worried about u...a little too ๐Ÿ˜€...kamu apakan wall fb-mu zheyeng?๐Ÿ˜Š"
"Kenapa? Apa kamu merasa terganggu?"
"Tidak...aku sekadar bertanya."
"Entahlah...terlalu banyak kata-kata yang bermain-main dibenak dan pikiranku...apa kamu bisa menolongku?"
"Maksudmu...mengusir kata-kata yang kini sedang bermain-main dibenak dan pikiranmu?...yang benar saja haaiiii!!...aku bisa apa coba?!?!"
"Naaah...exactly...aku bisa apa coba? Aku tak bisa mengusirnya dan tak berniat juga untuk mengusirnya apalagi melawannya. Aku hanya bisa menuangkannya lewat tulisan-tulisanku ini di wall fb-ku bukan wall fb orang lain kan?!?!?! ๐Ÿ˜๐Ÿ˜"





"Cobalah kamu punya pacar...biar banyak cerita ๐Ÿ˜Š"
"Tak punya pacarpun aku selalu punya cerita...hanya saja bagiku, tak perlu semuanya diceritakan. Lagipula, kamu seperti hendak menjerumuskan aku."
"Menjerumuskan bagaimana?"
"Itu tadi...menyuruhku punya pacar ๐Ÿ˜’"
"Becandalaaah...hehehehe."
"Hmmm...becanda yang sewajarnya. Aku lagi sensi."
"Okeeeey...i am sorry ๐Ÿ˜Š๐Ÿ™"



"Jadiiii...orang yang overthinking itu enak gak sih?"
"Ya enggaklaah..."
"Enak kelleeees...kan jadi banyak keluar narasi untuk cerita-cerita, seperti yang biasa kamu lakukan...ditumpahkan lewat tulisan-tulisan gitu."
"Capek tauuuu...itu menyita waktu tidurku. Kamu tahu, saat rasa kantuk datang dan aku hendak terlelap, tetiba beribu kata-kata menyerbuku dan aku tidak bisa mengusirnya dari benak dan pikiranku. Tanganku bergerak cepat pada handpone-ku karena aku takut, saat aku lengah sedikit, narasi yang sudah tersusun rapih dipikiranku akan hilang begitu saja dan biasanya tidak bisa diremind...hufffh ๐Ÿ˜ฅ๐Ÿ˜ฅ"
"Ooowhhh....jadi seperti itu ya?!?!? ๐Ÿ˜Œ

Senin, 19 November 2018

Menikah adalah Ibadah

Bismillah

Menikah belum tentu jadi jalan keluar terbaik dari keruwetan hidup yang para jomblo alami atau bagi para pemuja cinta.

Meskipun menikah adalah bagian dari ibadah dan sunnah Rasul sebagaimana hadist yang sรฉring kita dengar bahwa "siapa yang menghidupkan sunnahku, maka dia mencintaiku", lalu tidak berarti yang belum menikah harus buru-buru menikah.

Menikah perlu persiapan lahir batin, mental spiritual pun dari segi material. Tentang persiapan dari segi material, ini tidak berarti bahwa menikah harus mewah serba waaah.

Karena esensi menikah adalah ibadah, maka menikah itu butuh ilmu. Saat akan mempersiapkan pernikahan bahkan dalam perjalanan setelah pernikahan. Agar perjalanan ibadah yang kita lalui dalam proses menuju pernikahan dan dalam perjalanan setelah pernikahan, sesuai dengan tuntunan Allaah, berlimpah berkah serta ridho_Nya. Kalau menikah sekedar menikah...maaf, seperti kucing pun bisa.

Lalu bagaimana jika sudah jatuh cinta, apakah harus segera menikah ? ๐Ÿ˜

Siapa sih yang tidak pernah merasakan jatuh cinta ?
Cinta itu fitrah manusia, bagian terkecil dari rasa, perasaan yang Allaah anugerahkan pada hamba_Nya, 1% bagian dari Rahmah yang Allaah miliki.
Kita tidak bisa memilih untuk jatuh cinta pada siapa, tapi kita bisa memilih untuk mengendalikan cinta yang kita rasakan dengan cara elegan yang Allaah ridhoi.

Tapi jika hanya dengan jatuh cinta lalu harus buru-buru menikah, rasanya terlalu berlebihan, kecuali jika memang sudah ada calonnya dan telah melakukan penjajakan sebelumnya, rasanya tidak elok juga jika di biarkan terlalu lama beriringan.
Dan kita juga tidak bisa memaksa orang lain untuk segera menikah hanya karena umur sudah melebihi dari syarat usia menikah. Karena sebaik apapun persiapan kita untuk menikah atau sebesar apapun hasrat kita untuk menikah, jika Allaah belum menghendaki terjadi, maka waktu itupun belum akan tiba.

Pada akhirnya, apapun statusnya, menikah atau belum menikah atau sudah pernah menikah tak perlu jadi perdebatan, apalagi jadi olok-olok. Dan apapun statusnya, jadikan bagian dari motivasi untuk lebih mendekat dan terus mendekat pada Allaah.

Aahhh...bicara tentang menikah...ibadah...rasanya diri ini malu pada mereka yang lebih mumpuni keilmuannya. Malu pada Allaah dimana diri ini hanya bisa berteori dan beretorika tentang ibadah apapun bentuknya karena belum tentu pada prakteknya, diri ini mampu untuk mengamalkannya dengan baik dan benar.

Yaa Rahman Yaa Ghafururahiiim...Semoga Allaah ampunkan segala khilaf dan salah serta senantiasa melimpahkan Rahman Rahim, taufik dan hidayah_Nya pada kita, agar senantiasa berjalan, melangkah di jalan Kebenaran dan Kebaikan_Nya...aamiin yaa mujib.

Wallahu'alam bishshowab

Kamis, 30 Agustus 2018

KEMBALI HADIIIIIR

Haiiiiiiii.....................
Assalamu'alaikum

Lama tak buka nih lapak
kangen curhat disini...๐Ÿ˜„

Sudah terlama menikmati kebisuan...eh tidak juga cyiiiiin
lebih banyak menghabiskan waktu di twitter land
Seruuuuuuu...baca-baca temlen orang besar dan terpelajar
Sambil menyelam minum air...hiburan plus ilmunya ada
maklumlah cuma baru bisa jadi penonton doang...hahahaha

Secara jaman now lagi seru abis bahas soal banyaknya peristiwa di Negeri Tercinta Indonesah eh Indonesia.
Mulai dari Politik, Sosial Ekonomi, Budaya, Olahraga sampai Bencana dan segala hal yang mengikutinya ( sebab akibat )

Siapa kita ?....Indonesia
Siapa kita ?....Indonesia
Siapa kita ?....Indonesia
Menggema...menggelora di tiap arena ASIAN GAMES 2018

Eehhhh...jadi kemana ajeh....hehehehe

Sudah sejak lama saya tidak aktif di FB, satu karena bosan, tapi alasan yang lebih tepatnya sich  kadang suka gereget sama orang-orang yang postingannya pakai bahasa daerahku yang "kasar", "kotor" bahkan "vulgar"
Ya emang sich itu hak pengguna sosmed...dan gak bisa juga saya melarang-larang.
Dan solusi akhirnya...ya sudahlah aku yang mengalah...ku rela menghapus akunku...jangan buang waktuku...hehehehe

Untuk IG, saya sesekali posting dan akses tapi tidak terlalu sering, satu karena males dan selebihnya karena terlalu besar nyedot quota....ahahahaha
Kejujuran akan kenyataan yang tak bisa di sembunyikan...hihihihi

Btw...untuk hari ini cukup sampai sini dulu ya, sekedar melepas kangen.
Ceritanya lain kali di sambung lagi.

Semoga kita senantiasa di limpahkan kesehatan lahir batin...aamiin

salam





Sabtu, 23 Desember 2017

Tentang RINDU

Apa kau pernah teringat akan aku ?
Pertanyaan yang tetiba hadir saat hati merasakan rasa ini..
Ya...mungkin ini rindu
Lalu rindu berpetualang ke masa lalu
Dan rindu pun bertanya-tanya..
Rindu selalu berharap bahwa kau juga merasakan hal yang sama
Entah sekali atau dua kali

Malam yang larut dengan denting jam dan gemericik air
Semakin menambah bergelora suasana

Pernahkah sekali waktu kau sebut namaku ?
Lalu kau bawa aku di setiap sujud panjangmu..
Harapan yang tak pernah tahu
Ya...mungkin ini rindu
Yang ketika dalam sunyi suara, hati tetap bercerita

Pernahkah ada masa kau seperti aku ?
Yang tetiba ingin menggores di kertas putih
Lalu bercerita sela-sela masa yang pernah dilewati
Teringat kamu...dia...dirinya...kalian
Ya...mungkin ini rindu
Begitu indah bukan
Hingga aku, kau, kalian bisa tersenyum sendiri bahkan tertawa penuh arti

Hei...mungkin ini rindu yang tak pernah ku mengerti
Berkurang atau bertambah tak sekedar sebuah bukti besar kecilnya rasa cinta
Rindu adalah segelitik rasa ketika menyeruak kenangan-kenangan
Rindu adalah sebuah harapan
Bahwa suatu hari akan kembali menikmati saat kebersamaan
Entah dengan orang yang sama atau dengan orang yang berbeda
Meski mungkin tak akan pernah sama dalam merasakan

Apa kau pernah merasakan ?

#ruangdiri
#rasa
#merasakan
#kenangan
#syahdu
#rindu
#22Desember2017
#03Rabi'ulAwal1439H

Senin, 09 Oktober 2017

Esensi Sholat - ust. Bobby Herwibowo

*Sungai di Depan Rumah*

Nabi shalallahu 'alaihi wassalam bersabda: _“Apa pendapatmu sekalian jika sebuah sungai berada di dekat rumah seseorang, dan dia mandi di sana sebanyak lima kali, apakah akan tersisa kotoran di tubuhnya?”_ Kemudian mereka menjawab: _“Tidak akan tersisa sedikit pun kotoran di tubuhnya."_ Lalu Nabi bersabda: _“Demikianlah perumpamaan shalat lima waktu yang dapat menghapus kesalahan-kesalahan di sisi Allah."_ (HR. Lima Imam kecuali Abu Daud)

Intisari:
1. Fungsi shalat adalah menghapus dosa dan kesalahan manusia
2. Dosa dan kesalahan seperti debu jalan yang menempel pada tubuh namun tidak terasa hinggapnya
3. Seorang mukmin yang menjaga shalat peduli akan kebersihan lahir-batin. Ia risih dengan kotoran (jiwa). Karena itu ia 'mandi' 5 kali sehari. Agama manakah yang mengajarkan pembersihan batin sesering ini?
4. Shalat diibaratkan oleh Nabi shalallahu 'alaihi wassalam seperta mandi di sungai 5 kali sehari. Orang yang sehat jasmani dan rohaninya senang mandi. Namun Anda tahu siapa yang takut mandi? Orang gila takut mandi! Maka orang yang tidak mau shalat itu seperti...? Anda tahukan maksudnya?!

Wassalam,
*Ust. Bobby Herwibowo, Lc.*

Jumat, 29 September 2017

Ruang Diri

Terkadang.....
Ada masa ketika datang ketidaknyamanan
Ada masa ketika datang kelalaian
Ada masa ketika datang kefuturan
Ada masa ketika datang kelelahan

Lelah bukan berarti tak Lillah
Lillah bukan berarti tak lelah
Luruskan niat, agar lelah menjadi Lillah

Bagaimana lalu harus memacu diri
Ketika ditempa, diuji jangan sampai hilang kendali
Meski ada bagian-bagian, dimana diri tak bisa mengerti
Maka bukan dengan banyak berpikir sendiri
Dan jika bagian diri tak bisa terkendali
Serahkan semua pada Ilahi Rabbi
Berdzikir dan introspeksi diri

#ruangdiri
#september2017

Rabu, 27 September 2017

Selesai Dengan Sendirinya

๐Ÿ‘ค๐Ÿ‘ค๐Ÿ‘ค๐Ÿ‘ค๐Ÿ‘ค๐Ÿ‘ค๐Ÿ‘ค๐Ÿ‘ค๐Ÿ‘ค

*Manusia-manusia yang sudah "Selesai dengan dirinya sendiri".*

❓ Pernahkah anda melihat atau mengenal  seseorang yang ....

➖ Tetap sabar dan tenang saat mendapat *musibah*, dan
 ➖ Sama tenangnya saat mendapat *keberuntungan*,
➖ Tetap terkendali dan sabar saat diejek dan dicaci dan juga bersikap kalem saat disanjung,
➖ Tetap santun dan rendah hati saat mendapat kekuasaan / menjadi atasan dan juga menjadi bawahan,
➖ Bersedia makan di restoran mewah dan tidak menolak makan di tenda pinggir jalan,
➖ Tidak sombong saat naik mobil mewah dan tidak minder saat naik bajaj atau bus umum.
➖ Tidak rakus dan tidak menimbun saat diberi kesempatan kaya dan tidak mengeluh saat jatuh miskin.
➖ Menggunakan sandang-pangan dan peralatan untuk dimanfaatkan fungsinya, bukan untuk dipamerkan mereknya.

๐Ÿ‘ Mata mereka sudah tidak silau dan tidak tergoda dengan indahnya bungkus atau pernak pernik asesoris.

๐Ÿ‘๐Ÿผ *MEREKA SUDAH LEBIH MEMILIH ESENSI.*

๐Ÿ‘ฅ Memilih teman tanpa membedakan status sosial, gelar atau posisi.

✅ Orang-orang seperti ini adalah orang-orang yang sudah "SELESAI DENGAN DIRINYA SENDIRI".

๐Ÿ‘ฃ Kakinya menapak bumi dan menjalani realitas,
tetapi JIWANYA sudah berada di 'ATAS KITA'.
Ego atau ke 'aku' annya sudah ditakluk-kan.

๐Ÿ‘‰๐Ÿผ Buat mereka kehidupan diatas bumi sekedar peran-peran fana dari Sang Sutradara Agung yang mereka jalani.

๐Ÿ‘‰๐Ÿผ Tampilan orang-orang seperti ini mungkin kurang seru atau kurang asik dalam pergaulan.

๐Ÿค— Tidak banyak orang-orang seperti ini.
*Tapi carilah...JADIKAN MEREKA SAHABAT.*

๐Ÿ™๐Ÿป ๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป๐Ÿ™๐Ÿป

Kamis, 21 September 2017

Hijrah Menuju Kebaikan


COPAS from Yayasan Askar Kauny

Hidup itu tentang perpindahan. Seperti Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam yang hijrah dari Mekah ke Madinah. Setiap muslim haruslah berpindah, dari kemunkaran menuju kebermanfaatan, dari keburukan menuju kebaikan, intinya berpindah menuju konteks kebenaran.

Apa-apa yang ada di dunia ini sesungguhnya terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah subhanahu wa ta'ala bagi orang-orang yang berakal. Maka, setiap jiwa muslim haruslah senantiasa berkaca, bercermin, introspeksi diri untuk menjadi orang yang lebih baik, menjadi versi muslim terbaik yang mengikuti sifat Rasulullah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Everybody is uniq. Allah subhanahu wa ta'ala memberikan kepada setiap hambaNya kemampuan disertai batasnya. Maka, setiap orang berhak memiliki caranya sendiri untuk terus memperbaiki diri, tergantung pada kemampuannya masing-masing. Tentunya harus tetap bertumbuh, hingga di akhir perjalanan akan terlihat grafik yang terus meningkat menjadi lebih baik.

Tak perlu jauh-jauh membandingkan diri sendiri dengan orang lain. Terinspirasi boleh, tetapi jangan sampai menenggelamkan jati diri. Tak perlu menjadi lebih baik dibandingkan orang lain, cukup menjadi lebih baik dari diri di masa lalu. Sesungguhnya Allah akan bersama dengan orang-orang yang senantiasa 'berpindah' menjadi lebih baik.

#TahunBaru1439Hijriah #1Muharram1439H #TahunBaruIslam

Jumat, 15 September 2017

PULANG II


Kembali...menepi...
Perjalanan ini telah panjang dilalui
Melewati masa yang terindah
Berliku...berserak...berwarna...

Hari terlewati
Bahagia...gembira...tertawa berderai
Riang tanpa jeda
Berjumpa bersua...senda gurau...bercanda
Melangkah gagah tak terhalang
Menggebu...gelora bergejolak
Memburu...berlomba
Terlupa...terjerat kesenangan dunia

Wahai diri...
Waktu cepat berlalu
Akan datang masa yang tak diri tahu pasti
Dimana diri berada...saat masa itu datang tiba-tiba
Sudahkah bersiap untuk pulang ?
Apa yang akan diri bawa ?

Wahai diri...
Perjalananmu sampai dimana ?
Apa yang telah diri lakukan ?
Apa yang sudah diri dapatkan ?
Dari sekian jauh perjalanan...kesenangan...hura-hura...euphoria kehidupan dunia

Lelah...terkulai lemah
Tanpa daya...tangis berurai...tawa tercekat...bergetar
Mulut membisu kelu
Terhenyak...terdiam...hening

Wahai diri...
Pulang...pulanglah...
Allah memanggil lewat hati yang melihat KebenaranNya
Pulanglah selagi ada masa
Pintu taubatNya selalu terbuka
Meski tak terhitung dosa dipundak
Berlabuhlah dalam pelukan malamNya
Bersujudlah di tepian heningNya
Berdo'alah...lirih di setiap tangis

Biarkan kelam itu berlalu
Pulang menyongsong hari baru
Dan saat waktu itu tiba
Semoga Rahmat dan AmpunanNya menaungi di pintu akhirat

Aku pulang....

#september2017

Kamis, 14 September 2017

SyurgaMu...NerakaMu

Yaa Rabb...Syurga NerakaMu nyata adanya
Sebagaimana nyatanya ibadah dan maksiatku di pandanganMu
Dimanapun...kapanpun..Engkau melihat apa yang diri lakukan
Saat dalam kebersamaan atau saat dalam kesendirian
Tak ada sesuatu pun yang bisa diri sembunyikan
Yang terbersit dari pikiran atau hati ini
Yang terangan dari pikiran atau hati ini


Yaa Rabb...Syurga NerakaMu nyata adanya
Bahkan diri sadar akan segala kelemahan ini
Tapi terkadang diri angkuh untuk dekat KepadaMu
Seakan apa yang diri lakukan adalah kehendak sendiri
Ego diri begitu sempurna menyergap hati
Tak tahu diri berbangga diri atas segala yang dimiliki


Yaa Rabb...Syurga NerakaMu nyata adanya
Tapi sejauh mana kenyataan amalan yang diri lakukan
Kelak di akhirat, akan berlabuh dimana dengan amalan yang diri lakukan
Akankah berlabuh di SyurgaMu ataukah di NerakaMu ?


Sabtu, 09 September 2017

PULANG


PULANG

Malam..
Indahmu mana bila tanpa bintang
Yang terlihat hanya gelap pekat
Desir anginpun begitu mencekat
Gemercik air sayup terdengar
Hambar....tanpa irama indah

Malam...
Sendiri tak berarti sepi
Hanya rindu yang tersisa kini
Suatu saat "pulang" adalah bukan pilihan
Melainkan suatu keharusan tanpa menanti kesiapan

Malam...
Ku tatap cermin dipandangan mata
Berdiri kaku sekujur diri
Meraba-raba setiap inci
Titipan ini hanyalah bakal calon sebujur bangkai

Malam...
Berbekal apa diri ketika hendak "pulang"
Terpekur...tercenung di tepian malamNya
Menatap ke langitNya.

Malam...
Saat waktu berganti, masihkah kunikmati esok pagi
Ataukah sedetik berikutnya sudah tiada nafas lagi
Begitu tipis antara "pulang" dan "tinggal"
"pulang" pada Sang Maha Pecinta Sejati
atau "tinggal" kembali menikmati hari untuk lanjut memperbaiki diri

Malam...aku bersamamu kini

Selasa, 29 Agustus 2017

Hari Perhitungan


Terhenyak saat membaca hadits di atas...muhasabah diri, hingga umur sekarang, apa saja yang sudah diri lakukan dengan tubuh ini yang mencari ilmu, yang menjemput rezeki, yang berlelah-lelah pulang pergi, mondar mandir, hilir mudik, kesana kemari. yang terkadang terlontar keluh kesah, keresahan, kegalauan di tengah kegembiraan, kebahagiaan, kesenangan, nikmat dan karunia yang didapat.

Yaa Rabb...sungguh diri ini termasuk orang yang merugi, jika waktu yang Engkau sediakan sampai detik ini digunakan untuk hal yang tak bermanfaat yang malah bisa jadi justru mengundang maksiat terhadap_Mu.

Jatah umur yang Engkau beri dari sejak baligh sudah diri gunakan untuk apa ?
Sekian tahun sudah masa dilewati sejak baligh, berapa tahun yang diri gunakan untuk berjalan dalam Kebaikan dan Kebenaran_Mu dan berapa tahun yang diri gunakan dalam hal amalan yang justru mengundang ketidakridhoan_Mu...apakah sebanding atau justru lebih besar maksiatkah daripada amalan ibadah ?
Bisa jadi justru lebih besar timbangan maksiat....astaghfirullah ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ

Ilmu yang didapat apakah lebih besar manfaat ataukah mudharatnya ?
Ilmu yang didapat apakah digunakan di jalan Kebaikan dan Kebenaran_Mu ataukah sebaliknya ?
Ilmu yang didapat apakah membuat orang sekitar merasa aman nyaman ataukah justru bahaya ketika bersama diri ?

Harta yang didapat selama ini, darimana kah sumbernya ? Halal ataukah haram ?
Materi yang dimiliki sudah diri habiskan untuk apa, ke arah mana , dibelanjakan kemana, pada jalan Kebaikan dan Kebenaran_Mu atau sebaliknya ?

Lalu tubuh ini ketika merasakan kelelahan, lelah karena apa, lelah digunakan untuk apa ?
Dibawa kemana tubuh ini ketika dalam keadaan sehat ?
Melangkah kemana kaki ini ketika dalam keadaan utuh ?
Dipakai di jalan mana kedua mata, telinga, tangan dan bibir ini ?

Sungguh, saat ini lidah terasa kelu ketika pertanyaan-pertanyaan diatas terbersit dan tertulis.
Bisa saja saat ini diri menjawab bahwa sekian tahun aku melakukan ini itu, ibadahku ini, maksiatku ini.
Tapi sungguh, bahkan diri berpikir, catatan mana yang lebih berat dari setiap amalan yang diri lakukan. Bisa jadi amalan maksiat yang lebih banyak...astaghfirullah...astaghfirullah...astaghfirullahal'adzim wa atubu ilaih ๐Ÿ˜ญ๐Ÿ˜ญ 

Kelak saat Hari Penghisaban, bibir ini terkunci dan yang menjadi saksi adalah anggota tubuh yang lain. Dan catatan-catatan amalan pun dibukakan. Buku raport akan diberikan dari arah mana, kanan kah atau kiri ?
Sungguh yaa Rabb...diri ini hanya pendosa yang mengharap Ampunan dan Rahmat_Mu atas segala dosa-dosa, yang sengaja atau tak sengaja, yang besar atau yang besar sekali, yang nampak atau yang tersembunyi.
Dan sungguh yaa Rabb...tuntun senantiasa hati ini agar selalu melangkah ke arah jalan Kebaikan dan Kebenaran_Mu...jangan biarkan diri sendiri menjalani hidup di dunia ini tanpa tuntunan_Mu, tanpa bimbingan_Mu.

 
 ูŠَุง ู…ُู‚َู„ِّุจَ ุงู„ْู‚ُู„ُูˆุจِ ุซَุจِّุชْ ู‚َู„ْุจِูŠ ุนَู„َู‰ ุฏِูŠู†ِูƒَ ูˆَ ุนَู„َู‰ ุทَุงุนَุชِูƒَ
 
YAA MUQALLIBAL QULUUB, TSABBIT QALBII ‘ALAA DIINIKA WA ‘ALAA THOO’ATHIK.
 
" Wahai yang membolak-balikkan hati, tetapkanlah hatiku di atas agama-Mu dan di atas ketaatan kepada-Mu."

Aamiin yaa mujibas saailiin...


 

Senin, 28 Agustus 2017

Dalam PencarianMu - part 2

Cinta ini apa ketika kurasa
Ia hadir serta merta dalam jejak pencarian
Jeda itu membawaku menetap disini...dicinta_Mu.

Bergetar...apa debar ini indah bila tak mengenal_Mu ?
Bersama jejak masa lalu, ingin ku kutitip seluruh rasa yang ada yang pernah kurasa
Berikan ia pada jiwa yang juga dalam pencarian cinta_Mu.

Waktu tak memintaku untuk kembali
Dan pasti tak bisa kembali
Masa lalu tak kan pernah berubah tapi ia akan bisa lagi terulang.

Kini... Jangan biarkan aku dalam ketidaktahuan akan cinta_Mu
Rangkul aku...ajari aku akan cinta_Mu
Ajari aku cara mencintai_Mu dalam keterbatasanku.

Cinta ini apa ketika kurasa
Menetap...berharap...bersama cinta_Mu

Sabtu, 26 Agustus 2017

Dia Merasakan Hal Yang Sama 'Gak Yaaa ?!?!?!

Kalau aku ingat dia, apakah dia juga merasakan hal yang sama, ingat aku ? ...hmmm...belum tentu
Kalau aku rindu dia, apakah dia juga merasakan hal yang sama, rindui aku ?...belum tentu juga
Dan kalau aku mimpi tentang dia, apakah dia juga merasakan hal yang sama, mimpi tentang aku ?....yeeeee...ngarep.com ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Pembukaan yang kesannya agak lebay ya, tapi pasti deh pernah merasakan hal seperti di atas, bertanya-tanya sendiri saat diri lagi tertarik sama seseorang...hayooooo...ngaku aja deeh ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Aduuuuh...pliiiisssss deh jangan lebay ( kayak lirik lagu ya...hehehe )
Hellooooowww...kemana aja kamu say, hari gini masih ikut-ikutan jalannya syaiton.
Udah deeeeh, jangan capek mikirin orang lain yang belum tentu juga mikirin kamu dan belum tentu juga halal buat kamu.
Tapi kan aku tetiba aja kepikiran dia, terlintas begitu aja dan kenapa juga coba bisa mimpi tentang dia...itulah bisikannya syaiton, cara-caranya syaiton memperdaya diri.

Syaiton itu tidak akan berhenti mengganggu dan menggoda manusia dengan cara apapun sampai hari kiamat dan hari kita dibangkitkan.
Godaannya bisa dari kanan kiri, depan belakang. ( Al A'raf : 14-17 )

 14. ู‚َุงู„َ ุฃَู†ْุธِุฑْู†ِูŠ ุฅِู„َู‰ ูŠَูˆْู…ِ ูŠُุจْุนَุซُูˆู†َ 
Iblis menjawab: "Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan".


15. ู‚َุงู„َ ุฅِู†َّูƒَ ู…ِู†َ ุงู„ْู…ُู†ْุธَุฑِูŠู†َ 
Allah berfirman: "Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh."


16. ู‚َุงู„َ ูَุจِู…َุง ุฃَุบْูˆَูŠْุชَู†ِูŠ ู„ุฃู‚ْุนُุฏَู†َّ ู„َู‡ُู…ْ ุตِุฑَุงุทَูƒَ ุงู„ْู…ُุณْุชَู‚ِูŠู…َ 
Iblis menjawab: "Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus,


17. ุซُู…َّ ู„ุขุชِูŠَู†َّู‡ُู…ْ ู…ِู†ْ ุจَูŠْู†ِ ุฃَูŠْุฏِูŠู‡ِู…ْ ูˆَู…ِู†ْ ุฎَู„ْูِู‡ِู…ْ ูˆَุนَู†ْ ุฃَูŠْู…َุงู†ِู‡ِู…ْ ูˆَุนَู†ْ ุดَู…َุงุฆِู„ِู‡ِู…ْ ูˆَู„ุง ุชَุฌِุฏُ ุฃَูƒْุซَุฑَู‡ُู…ْ ุดَุงูƒِุฑِูŠู†َ 
kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat )

Apalagi kalau syaiton tahu tentang angan-angan diri....waah ini tuh udah jadi santapannya deh.

Waduuuh...ngeri juga...jadi apa nih yang harus aku lakukan ?
Buang semua angan-angan...lupakan dia atau siapapun yang kini sedang mengganggu pikiran diri...sebut satu nama yang sudah jelas Cinta Kasih Sayangnya, sudah jelas menginginkan keselamatan diri di dunia dan akhirat...satu nama itu DIA...Allah Ta'ala.
Perbanyak menyebut nama_Nya, tanamkan dalam hati dan pikiran diri, hanya nama_Nya.
Manakala terlintas nama yang lain, ingat DIA...perbanyak dzikir...Maa Fii Qalbi Ghairullah...istighfar. Hidupkan hati dengan diisi Asma-AsmaNya.
Bukankah ketika kamu merasakan jatuh cinta pada seseorang seringkali menyebut dan mengingat nama yang kamu cinta ?
Maka lakukanlah hal yang sama pada Allahu Rabbi...Allah Ta'ala.
Jatuh cintakanlah hatimu hanya pada_Nya yang senantiasa mengurus diri, mencukupi kebutuhan diri bahkan tanpa diri meminta.

Kelak diri akan kembali kepada yang punya diri ini, pemilik alam serta isinya. Dan ketika hari Perhitungan, Hari Pembalasan tak akan ada seorang pun dari mereka yang diri cintai akan menjadi pembela diri selain amalan-amalan yang diri lakukan karena kecintaan diri kepada Allah Ta'ala. Bahkan yang akan menjadi saksi diri ini adalah anggota tubuh sendiri. Maka perbanyaklah amalan-amalan kebaikan yang sesuai syari'at_Nya agar dicintai Allahu Rabbi Yaa Rahman Yaa Rahiim.

Wallahu'alam bishowab.


Kamis, 24 Agustus 2017

Majelis Pranikah Akhwat - Qalbun Salim part 2

┏๐Ÿ“ƒ๐Ÿ’ก━━━━━━━━━━━━┓
 *๐ŸŒธMAJELIS PRANIKAH AKHWAT*๐ŸŒธ
┗━━━━━━━━━━━━๐Ÿ“ƒ๐Ÿ’ก┛
๐Ÿ“† Rabu, 23 Agustus 2017
๐Ÿ‘ณ๐ŸปUstad Jajang Abu Azam
๐Ÿ“ Qalbun Salim (Manajemen Qalbu) Part 2
๐Ÿก Group WhatsApp Majelis Pranikah Akhwat

๐Ÿ’ž Prinsip Qalbun Salim :
1. Bahwa hidup adalah perpindahan dari satu masalah ke masalah yang lain.
2. Yang jadi masalah bukan masalahnya, tapi cara menyikapinya.
3. Masalah yg Allah timpakan kpd kita, sebetulnya Allah tidak menginginkan untuk kita menyelesaikan masalah itu sendiri, tapi Allah ingin agar kita meminta tolong kepada-Nya, supaya Allah memberikan pertolongan kpd kita.

๐Ÿ’ž Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :
... ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَّู‚ِ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠَุฌْุนَู„ْ ู„َู‡ُ ู…َุฎْุฑَุฌًุง.
ูˆَูŠَุฑْุฒُู‚ْู‡ُ ู…ِู†ْ ุญَูŠْุซُ ู„َุง ูŠَุญْุชَุณِุจُ ۚ ูˆَู…َู†ْ ูŠَุชَูˆَูƒَّู„ْ ุนَู„َู‰ ุงู„ู„َّู‡ِ ูَู‡ُูˆَ ุญَุณْุจُู‡ُ ۚ.
Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. (QS. At-Talaq : 2-3)

๐Ÿ’ž Jadi Allah meminta kita untuk bertakwa juga bertawakal niscaya Allah akan memberikan kita pertolongan.
Yang bahaya ialah ketika kita tidak ditolong oleh Allah.
Sekecil apapun masalahnya, jika Allah tidak menolong maka akan menjadi masalah besar.
Namun sebesar apapun masalahnya, akan jadi mudah jika Allah menolongnya.

๐Ÿ’ž Penutup :
Allah Subhanahu wa ta'ala berfirman :

ูˆَุงุณْุชَุนِูŠู†ُูˆุง ุจِุงู„ุตَّุจْุฑِ ูˆَุงู„ุตَّู„َุงุฉِ ۚ ูˆَุฅِู†َّู‡َุง ู„َูƒَุจِูŠุฑَุฉٌ ุฅِู„َّุง ุนَู„َู‰ ุงู„ْุฎَุงุดِุนِูŠู†َ

"Jadikanlah sabar & shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu' " (QS. Al-Baqarah:45)

Moderator : Yanti Permayanti
Disusun oleh : Annisa Nurlaila

•••┈••••○❁๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒธ❁○••••┈•••

Majelis Pranikah Akhwat - Qalbun Salim part 1

┏๐Ÿ“ƒ๐Ÿ’ก━━━━━━━━━━━━┓
 *๐ŸŒธMAJELIS PRANIKAH AKHWAT*๐ŸŒธ
┗━━━━━━━━━━━━๐Ÿ“ƒ๐Ÿ’ก┛
๐Ÿ“† Rabu, 26 April 2017
๐Ÿ‘ณ๐ŸปUstad Jajang Abu Azam
๐Ÿ“ Qalbun Salim (Manajemen Qalbu) Part 1
๐Ÿก Group WhatsApp Majelis Pranikah Akhwat

๐Ÿ’ž Mengapa kita harus membahas tentang hati?
Karena hati merupakan bagian yang sangat penting dalam diri kita, dengan hati kita bisa lebih mendekat kepada Allah Subhanahu wa ta'ala.

๐Ÿ’ž Namun apa hubungannya dengan jodoh?
Pasti ada yah.
Sebagaimana firman Allah dalam QS. An-Nur ayat : 26
Artinya : Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula).
Tentunya kita ingin kan memiliki pasangan yang baik, maka baikkanlah dulu diri kita, baikkanlah dulu diri kita.

๐Ÿ’ž Ada juga sebuah nasehat yang indah berbunyi :
*"Keindahan jiwamu menentukan keindahan belahan jiwamu"*

๐Ÿ’ž Berdasarkan pengalaman, berbicara hati maka tidak lepas dari keyakinan kita kepada Allah Subhanahu wa ta'ala. Kalau menurut imam Ghazali bahwa "Hati itu adalah Raja/pemimpin dan anggota tubuh yang lain itu pasukan/ tentaranya. Jika hati kita memutuskan A, maka tiap anggota tubuh kita yang lain akan melaksanakan perintahnya.

๐Ÿ’ž Dan kalau di rumus manajemen Qalbu, Aa Gym sering mengatakan "Teko mengeluarkan isi teko. Jika isinya air bening maka yang keluar juga air bening. Jika isinya air susu maka yg keluar juga air susu. Jika isinya air comberan maka yang keluar juga air comberan."
Jadi apa yg nampak keluar/muncul baik itu dalam perkataan, perbuatan, atau bahkan status di sosmed itu mencerminkan dan menggambarkan apa yang ada dalam hati kita.

๐Ÿ’ž Jadi harus berhati-hati dalam bersikap, bertutur kata, juga merespon sesuatu apapun, karena itu menunjukkan apa yang sesungguhnya ada dalam diri kita.
Jika kita merespon kejadian dengan sikap yang kalem, yang tenang, yang bisa memberikan kenyamanan dan memberi solusi, maka itu menunjukan bahwa hati kita itu hati yang baik.
Tapi sebaliknya jika respon spontan terhadap suatu kejadian, misalnya dengan marah, kecewa, mengeluh, tidak menyenangkan, bahkan membuat tidak nyaman baik bagi diri kita maupun bagi orang di sekeliling kita. Itu menunjukkan kualitas isi hatinya juga seperti itu (tidak baik).

๐Ÿ’ž Yang harus diperhatikan juga, apa yang ada di dalam hati itu tergantung dari apa yang masuk kedalamnya.
Jadi konsep yang pertama *apa yang keluar menggambarkan apa yang ada di dalamnya*
Konsep yang kedua *apa yang ada didalamnya ditentukan oleh apa yang masuk kedalamnya*
Maka isilah hati kita dengan hal-hal yang baik. Karena inilah yang akan menjadi vitamin-vitamin bagi hati kita agar hati kita senantiasa hidup, bersih, jernih, dan dapat memberikan respon yang baik.

๐Ÿ’ž Dalam keseharian, kita harus membiasakan diri mengisi hati kita dengan hal-hal yang baik, mungkin dulu hati kita kotor pernah diisi dengan hal-hal yang tidak baik. Tapi insya Allah jiga sekarang kita terus-menerus mengisi hati kita dengan hal yang baik maka lama-kelamaan yang kotor dalam hati kita akan keluar dan digantikan dengan hal-hal yang baik dan hati kita menjadi bersih.

๐Ÿ’ž Goal dari manajemen Qalbu ini :
*1. Memahami bagaimana isi hati kita, diri kita yang sesungguhnya.*
*2. Mengendalikan diri kita agar bisa memberikan respon yang baik sesuai dengan isi hati kita*

๐Ÿ’ž Penutup :
Jika kita ingin membuat lingkungan kita baik atau memperbaiki orang lain. Langkah pertama yang harus kita lakukan ialah membuat diri kita baik dulu. Karena nanti bonusnya Allah akan berikan hadiah, orang-orang disekeliling kita akan menjadi lebih baik.
Namun sebaliknya jika kita ingin memperbaiki orang lain, memperbaiki lingkungan sekitar kita. Tapi kita sendiri belum baik, yang ada bukan menjadi baik namun yang ada justru lebih buruk. Ibarat nya kita akan menyembuhkan orang lain, namun kita sendiri penyakitan. Yang ada orang lain bukan sembuh tapi justru tertular penyakit kita.

Moderator : Entin Sari Supartini
Disusun oleh : Annisa Nurlaila

•••┈••••○❁๐ŸŒธ๐ŸŒท๐ŸŒป๐ŸŒท๐ŸŒธ❁○••••┈•••

Selasa, 22 Agustus 2017

Dalam Pencarian

Biarkan jiwa berkelana
Mencari pengharapan sejatinya
Jika telah temukan, menetaplah disana
Dengan pengHambaan yang sesungguhnya.

Terlukanya rasa, maka luka itu jadi cerita duka
Batas diri ada, manakala dalam ruang hampa tanpa makna
Jiwa kosong tanpa menyongsong Sang Maha Penolong.

DIA lebih dari apa yang dicari
DIA lebih dari apa yang dinanti
DIA lebih dari apa yang didamba
DIA segalanya dalam segala upaya, rasa, makna dan do'a.

Terhapuskan kegundahan diri
Terhempaskan keresahan diri
Terlepaslah kerisauan hati
Terbukalah ketenangan jiwa.

Biarkan jiwa berkelana dalam pencarian penghambaan yang sesungguhnya.

Senja di Penghujung Hari



Senja itu...bukan hari terakhir kita bertemu, mungkin menjadi awal hari kita menempuh masa.
Menempuh apa yang seharusnya kita jalani.
๐Ÿ’“
Senja itu...temaram semburat jingga menampakkan keanggunannya, Keagungan Sang Pelukis Alam.
Kucoba memaknai kata demi kata yang terucap, menyentuh sesaat, meninggalkan jejak rasa.
Haruskah ku percaya ataukah hanya untuk ku pahami ?
๐Ÿ’“
Senja itu...di penghujung hari...menelisik batas kepahaman diri hingga melewati malam yang bertepi sepi.
Angin meniup lembut, menghempaskan sebuah tanya, hingga kemana diri hendak memahami.
๐Ÿ’“
Senja itu...pada ketika suara hati membuncah...aku ini hanya seorang pendosa yang masih berkelana mencari kebenaran hakiki dan cinta sejati.
Maka ketika rasa hanya menyisakan serangkai harapan yang tertinggal, sudah seharusnya kugantungkan harapan ini sepenuhnya pada Sang Maha Cinta.
๐Ÿ’“
Senja itu...di penghujung hari...maafkan telah mengusik ketenangan hari dan hatimu.
Semoga awal masa yang aku tempuh, bukanlah kesia-siaan harapan akan keRidhoan_Nya.
๐Ÿ’“
Semoga.....๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

Sabtu, 05 Agustus 2017

ADA APA DENGAN SENDIRI ?

Assalamu'alaikum.. Apa kabar semua? mudah-mudahan semua dalam keadaan sehat. Sudah lama juga saya ga menulis di blog ini...hmm berapa lama ya..mau berhitung ? hitung aja sendiri ya..hehe . Ya sudah,kita ke intinya saja, mari kita coba mengupas mengenai judul yang tertulis di atas...ADA APA DENGAN SENDIRI ?

Qadarullah...sampai hari ini Allah masih kasih saya kesempatan belajar dalam "kesendirian"...bangga ya sendiri ? bukan bangga tapi apa ya...semacam rasa kebersyukuran dan saya rasa tak perlu bangga juga atas segala hal pencapaian karena apapun yang saya alami itu sudah tertulis di Lauhul Mahfudz atas Kehendak Allah jauh sebelum bumi dan langit diciptakan.

Ga tabu apa ngebahas tentang sendiri ? Apa sih yang jadi tabu di akhir zaman ini...semua sudah serba transparan...terbuka...terpampang nyata...cetar membahana ( pinjem istilahnya inces Syahrini nih ๐Ÿ˜€ )
Yupz bener kan, terpampang nyata mulai dari yang berpahala sampai yang mengundang dosa.

Dari awal sendiri lalu berdua lalu rame-rame terus sendiri lagi...banyak hal yang bisa saya ambil pelajaran dari semua yang saya alami.
Ceritanya ini mau berbagi ? Bukan juga.
Ataukah unek-unek diri gitcuh ? Bisa ya bisa tidak...mungkin sekedar mewakili yang masih sendiri ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Pada yang masih sendiri, sok ada lucunya ketika setiap ketemu orang selalu bertanya "sendiri?"
Lah iya...kan memang keliatan sendiri, apa harus jadi amoeba dulu supaya bisa menjadi dua, tiga, empat, lima dstnya ? ๐Ÿ˜๐Ÿ˜

Ada juga yang bertanya, apa ga kepengen kayak orang lain yang punya pasangan ? Yaa elaaah...manusiawilah namanya juga manusia...rasa kepengen punya pasangan mah tentu ada, apa terus harus dipaksakan kepengen tersebut, sementara pasangannya belum ada...ga juga kaaan ๐Ÿ˜’๐Ÿ˜’

Apa ga pernah kenal laki-laki ? Waduuuuh....kebangetan deh...kenalan laki-laki mah sering dan mungkin juga banyak tuh...naah looooch ๐Ÿ˜‰...di tempat kerja, disekolah, di kampus juga banyak teman laki-laki..bahkan mungkin bisa jadi karena keseringan berinteraksi dengan laki-laki, ada yang terkontaminasi gayanya jadi kayak laki-laki....nah itumah aku pisan ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚....eh upsssh ๐Ÿ™Š๐Ÿ™Š

Nah terus kenapa atuuuh masih juga betah sendiri ? Ga punya teman ? Ga suka laki-laki ya ?
idiiih..yang benar aja atuh...tenaaaang...kaleeeem...masih normal kok ๐Ÿ˜ƒ๐Ÿ˜ƒ...dan teman mah alhamdulillah selalu bertambah.

Begini ya...bukan berarti yang sendiri itu sendirian, kesepian, tak bergaul macam banyak orang. Tak kenal laki-laki...tak suka laki-laki. Bukan tak punya teman atau sahabat. Bisa jadi cara bersosialisasinya memang berbeda.

Ada sebagian orang yang lebih nyaman bersosialisasi dengan cara intens datang dari rumah ke rumah. Mengakrabkan diri dengan orangtua atau keluarga besarnya. Dengan begitu berusaha memahami, betapa berarti sebuah keluarga lebih dari apapun.

Yaa kalau masih selalu sendiri...kesana kemari ga asiiiik doooong...Ga juga tuuuh...kan masih ada keluarga...teman...sahabat...bisa lewati waktu bersama mereka itu sudah merupakan hal yang harus selalu disyukuri apalagi kalau jadi pekerja. begitu sampai rumah, berasa ada yang lengkap setelah seharian diluar.

Kalau sendirinya karena masalah tak ada pasangan...apa harus selalu dipikirkan, dikeluhkan dan dipertanyakan...setiap penciptaanNya sudah pasti berpasangan hanya tinggal bagaimana cara kita untuk menemukan pasangannya masing-masing.
Apakah mau dengan cara yang Allah sukai ataukah dengan cara yang Allah murkai ?

Teruusssss...kapan berpasangan ?
๐Ÿ’งkapaan...kapaaaaan ๐Ÿ’ฆ ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜‰
insyaa Allah...setepatnya waktu yang Allah tunjukkan, yang Allah berikan...naah soalnya kapan, yang masih "sendiri" juga masih sering bertanya sama Allah...jadi baiknya kirimkan do'a terbaik saja untuk yang masih "sendiri"...kan ga perlu bayar ini ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Jadi...ada apa dengan sendiri ?
Bagi sebagian lain yang sendiri mah ga ada apa-apa...tenang...anteng....kalem...tapi kadang bagi yang melihatnya yang geregetan, jahil bin usil terus mengusik, mana mau tahu yang lagi sendiri itu sedang berlembut hati ataukah sedang bertegang hati.
Hayooo...kalau sudah begitu tak perlu jadi bersandiwara terus pura-pura bersimpati dan berempati yaaaa....cukup bertenggang rasa saja ๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š๐Ÿ˜Š

Jadi...ada apa dengan sendiri ?
Karena dengan sendiri itu bukan berarti sendirian dan kesepian.
Sendiri itu indah bila dijalan dengan ikhlas...biar Allah yang menyelesaikan kesendirian kita sampai tiba waktunya yang tepat menurut Allah.
Yang mesti kita lakukan adalah mengisi kesendirian dengan hal yang positif dan kebaikan-kebaikan yang Allah sukai serta menjaga hati dan diri dari hal-hal yang tidak disukai Allah. Yang mudah-mudahan memberi kebermanfaatan untuk diri sendiri terlebih bagi orang lain...aamiin yaa Rabb

ALhamdulillah kelar juga...mudah-mudahan manfaat bahasan kali ini.
Buat teman-teman jomblo...jadilah jofisa alias Jomblo Fisabilillah...
Laa tahzan...innallaaha ma'ana ๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡๐Ÿ˜‡

Wassalamu'alaikum wr. wb


Sabtu, 23 November 2013

EPISODE RINDUKU PADA-MU YAA RABB…

Baru satu waktu aku tak bertemu dengan-Mu..hatiku sudah teramat merindu-Mu. Dan kini aku harus menunggu selama seminggu ini untuk dapat bertemu dan bicara langsung dengan-Mu. Sehari telah berlalu, satu hari itu pula aku kehilangan banyak waktu dengan-Mu..betapa aku merasa RUGI kehilangan moment-moment bersama-Mu. Sayup kudengar panggilan-Mu nan syahdu di pagi buta, merinduku pada-Mu semakin menggebu. Dan aku hanya bisa terdiam membisu. Kerinduanku untuk bicara pada-Mu, hanya mampu aku lakukan dengan mendengar ayat2-Mu nan merdu menyentuh kalbu.. Betapa aku merasakan, inilah arti merindu sesungguhnya yang aku cari selama ini. Tak mampu ku bendung lagi, air mata ini pun mengalir deras basahi pipiku. Semoga penghalangku untuk bertemu dengan-Mu,menjadi kebaikan bagiku. Merasakan betapa aku benar-benar tak mampu jauh dari-Mu. Waktu pun berlalu dalam hidupku, betapa terasa lama, tak sabar untuk segera ingin bertemu dengan-Mu. Bercumbu disela-sela kesibukanku, merayu disetiap penghujung malam-Mu. Yaa Rabb…teguhkan aku untuk selalu mengingat-Mu dimanapun kapanpun. Tetapkan aku dalam keyakinanku pada-Mu, dalam kecintaanku pada-Mu, dalam kerinduanku pada-Mu. Di setiap waktu di setiap keadaanku, aku tak ingin jauh dari-Mu, tak ingin jauh dari pelukan-Mu, tak ingin tak mendengar panggilan syahdu-Mu. Kerinduan ini begitu meyesakkan dada…yaa Rabb.. Ampuni aku dalam keadaanku saat ini, sehatkan aku, keluargaku, saudara-saudara seimanku. Bimbing senantiasa hati kami yaa Rabb agar selalu berada di jalan-Mu. Mendengar suara penyeru-Mu, betapa bergetar hati ini merasakan, merinding sekujur tubuh ini membayangkan, seandainya usiaku tidak Kau beri kesempatan untuk terus merasakan nikmatnya merayu Engkau di sepertiga malam penghujung-Mu, betapa meruginya aku yaa Rabb. 3 hari lagi…aah masih terasa lama..hatiku sudah teramat merindu, ingin mengadu pada-Mu.. Kesedihanku ini yaa Rabb..mengapa harus sedih, padahal aku sudah berusaha, semua Engkau yang Maha Kuasa atas segala Kehendak pada kehidupanku..

Senin, 10 Juni 2013

CERITA TENTANG NANGIS

Hai..apa kabar ? mudah2an semuanya dalam keadaan sehat lahir batin,penuh rasa syukur dan ikhlas..ammiin..
Dan mudah2an juga saat ini teman2 dalam keadaan senang dan bahagia..apa ada yang sedang menangis pula ya ? enggak apa2, semua yang namanya makhluk hidup pasti pernah menangis. Ko makhluk hidup ya? iyalah..klo begitu termasuk binatang jg ya..menurut aku sich begitu, karena aku pernah nonton film India nich ( jaman dulu...hehe ) yg didalamnya ada Gajah yg ikut berperan dalam film tersebut ( lupa lagi judul filmnya )
Dan dalam film tersebut ada adegan gajah menangis..klo dicetitakan seluruhnya, pasti ga akan cukup semalaman deh..
Kembali ke masalah menangis yang dialami MANUSIA..
Sudah pasti semua manusia akan selalu merasakan yang namanya menangis, apakah menangis karena bahagia atau karena sedih, tergantung situasi. Dengan menangis, sedikit banyak perasaan apapun yg kita rasakan akan terasa plong...
Kita pernah menangis karena banyak hal, semisal menangis bahagia bagi ibu2 yang telah sekian lama menanti kelahiran buah hati, pun untuk si jabang bayinya yang baru lahir, saat pertama keluar dari rahim, yg kita dengar adalah tangisan bayi tersebut. Malah kita akan merasa khawatir jika bayi yang lahir tidak serta merta menangis dan dokter berusaha untuk membuat si bayi menangis. So sweet dan mengharukan saat mendengar si bayi menangis dengan sangat keras...subhanallah..
Atau mungkin teman2 pernah menangis karena sedih diputuskan pacar atau ditolak cinta oleh cowo/cewe yang kita taksir..hihihi..jadi ingat masa lalu ya, saat pertama kita ( kita ? kamu kaleee..hehehe ) merasakan yang namanya jatuh cinta. Mau ngomong takut ditolak, enggak ngomong, nich hati ga bisa nahan untuk jatuh cinta, akhirnya...nangis aja deh, tp dikamar aja sambil telungkup di tutupin bantal, soalnya takut kedengeran orang banyak..hahaha...

Sebenarnya "Menangis adalah hal yang manusiawi". Menangis bukanlah menunjukkan kelemahan jiwa seseorang.

Malah Rasul bersabda: “Menangislah kamu semua. Dan apabila kamu tidak dapat menangis maka pura-pura menangislah kamu!” (HR. Ibnu Majah dan Hakim. Dishohihkan oleh Hakim dan Dzahabi).
Dalam hadits ini, menangis jelas ada diperintahkan oleh Rasulullah kepada umatnya. Nah, klo hati kita masih keras sampai sulit untuk menangis, maka Nabi memerintahkan untuk berpura-pura menangis terlebih dahulu. Pura-pura menangis bukanlah sesuatu yang buruk.
Hmm..segitu pentingnya ya menangis..ya karena ternyata menangis juga ada manfaatnya looh untuk kesehatan.

Menangis adalah cara untuk mengurangi stres emosional. Menurut para ahli bahwa menangis dapat menurunkan tekanan darah dan denyut jantung dan membuat respon yang lebih baik terhadap pengobatan.
Hal ini tentu sangat baik ya untuk kesehatan, karena stress bisa memberikan dampak negatif bagi kesehatan seseorang.
Aku juga pernah menangis saat perasaan ini berkecamuk karena segala hal, sementara aku tidak bisa berkata apapun pada semua orang, jalan keluarnya aku nangis aja deh sambil mengadu pada Allah.
Hasilnya, alhamdulillah terasa plong tapi setelah itu aku juga usaha dong cari solusi dari apa yang aku alami.
So, buat teman2, kita nggak perlu malu dech untuk menangis karena apapun yg bisa membuat kita menangis, selagi dalam tahap wajar ya. Menangisnya kita jangan sampai mengganggu orang lain dech, apalagi klo nangisnya sambil jingkrak2 terus lari ke rumah orang lain..ga indah banget ya..hehehe..
Wah..klo bahas tentang nangis kayaknya enggak bakal ada selesainya ya.
Yang pasti tiap2 orang akan selalu merasakan MENANGIS. Sebab musababnya pasti berbeda2 pula.
Cerita tentang nangisnya untuk hari sampai disini dulu.
see u letter..gutnite..bismikallah huma ahya wa amut..